Internet Goes To School

Teng..teng..teng!”, bel istirahat SD Suka Senang  berdentang. Pak Guru  terlihat menempel poster Lomba Kliping Tingkat Nasional di papan pengumuman. ”Semua boleh ikut lomba kliping. ini. Bahannya bebas. Boleh diperoleh dari mana saja,”  kata Pak Guru. Ada beberapa siswa yang kreatif dan cerdas. Dalam waktu singkat mampu mengumpulkan kliping dengan sangat lengkap dan berbobot. Hasilnya, jadi juara Lomba Kliping Tingkat Nasional.

            Itulah cuplikan iklan televisi PT Telkom: Internet Goes To School.  Pesannya, internet bukan milik orang kota, kaum profesional, mahasiswa  atau para penggiat TI semata. Sekolah di pelosok tanah air termasuk SD Suka Senang ternyata tidak lagi gaptek. Internet sudah menjadi bagian keseharian mereka. Internet ternyata telah tumbuh bersama hijaunya padi di sawah dan diantara lenguhan lembu. Sungguh luar biasa!

Sangat membanggakan jika akhirnya seluruh sekolah di Indonesia sudah memanfaatkan internet sebagai sumber informasi. Karena dengan menulis “kata kunci” maka dalam hitungan detik, komputer secara otomatis akan mencari informasi yang dibutuhkan. Segera muncul situs-situs yang memuat “kata kunci” yang diinginkan. Tinggal klik, copy, paste dan edit. Maka, informasi dari dunia maya itu menjadi milik kita. Bisa untuk referensi makalah, karya tulis, bahan mading, majalah sekolah atau lomba kliping!

Semua sudah mahfum, internet tak hanya  untuk browsing (mencari informasi). E-mail, mailing list atau chatting.  Saat ini blog sedang nge-trend di kalangan netter. Seiring peningkatan penggunaan internet, secara signifikan banyak situs-situs baru bermunculan. Jumlahnya tidak puluhan atau ratusan. Tapi jutaan. Banyak pengguna internet tidak hanya sekedar mengambil informasi (download) tapi juga memasang informasi (upload) di internet. Baik yang berbayar maupun yang gratisan. Yang  mencemaskan adalah sinyalemen dari Romi Satria Wahana,  pakar dan konsultan Depdiknas bidang TI. Dari sekian juta  situs baru itu, banyak situs-situs yang tidak layak dikonsumsi oleh kalangan pelajar!

Situs berasal dari kata site, untuk merujuk pada suatu tempat yang menyediakan informasi secara elektronik dimana informasi tersebut diolah oleh komputer. Awalnya, membuat situs dan menayangkan di internet adalah  sesuatu yang langka dan mahal. Selain harus mampu mengoperasikan software untuk mendesain situs, juga perlu biaya posting agar situsnya tampil di internet. Itu dulu! Berkat jasa Marc. Andersen, Evan dan Justin Hall yang menciptakan blog, saat ini cukup belajar dalam tempo singkat: foto, berita, artikel sudah bisa nampang di internet. Cukup bayar pulsa telepon atau sewa komputer di warnet. Murah meriah. Bahkan, dengan banyaknya blog gratisan di internet ,penggiat blog mempunyai komunitas tersendiri yang akrab dan secara intens bertukar informasi. Walau jarak geografis memisahkan mereka. Coba klik: wordpress.com. Butuh  RPP, Silabus, Soal-soal UN, artikel pendidikan, atau yang lain, banyak tersedia. Tak heran, jika dimanfaatkan secara benar, internet memang membuat kita makin pintar!

Sayangnya, semakin mudah berinternet, semakin banyak pula yang tak bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Banyak situs, termasuk blog,  menyajikan informasi yang tak bermanfaat untuk kalangan pelajar. Jika, seorang pelajar masuk ke warnet lantaran dapat tugas dari guru. Lantas, browsing kesana kemari dan akhirnya menemukan situs dewasa. Siapa yang salah? Pemberi tugas di sekolah, penjaga warnet, pelajar atau si pembuat situs? Kontrol terhadap akses internet memang dapat diperketat pada server-nya. Petugas dapat saja memutus akses internet jika dimonitornya ada tulisan layak sensor. Di titik inilah, keberadaan internet di sekolah sangat penting lantaran mampu memfilter adanya informasi sampah. Tapi untuk warnet, apakah juga berlaku  hal yang demikian? Bahkan konon di beberapa kota, banyak warnet yang secara sengaja menyiapkan ”file dewasa” download bagi para pelanggannya. Nah, ternyata pesan moral, menanamkan budi pekerti tidak hanya untuk para siswa,. Banyak orang di sekitar yang juga membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: