Sumber Daya Manusia PDAM Prigen… PAYAH!

Sebagai institusi layanan publik yang vital,  mestinya PDAM didukung oleh sumber daya manusia yang handal (selektif dan kapabel) sehingga kinerjanya betul-betul optimal. Saya punya pengalaman sangat tidak mengenakkan gara-gara petugas pencatat meter yang nggak profesional….. (kapan-kapan saya PTUN kan kayaknya(ndakik amat) he he he)

Ceritanya begini: Tagihan PDAM rutin di rumah saya rata-rata per bulan sekitar 50-60 ribu (sepertinya ini juga gak normal untuk ukuran rumah tangga kecil kayak saya). Nah.. bulan Maret lalu saya dikejutkan dengan lonjakan tagihan yang naik 6 kali lipat (edian..!) Tagihannya tertulis : 315.100 (tigaratus lima belas ribu rupiah)

Usut punya usut ternyata ada pipa bocor di instalasi air rumah saya dan saya baru tahu belakangan. Masalahnya, Begitu tahu jumlah meter di tempat saya melonjak Mbok Yao Petugas Pencatat-nya (1) menyampaikan ke saya kalau ada pemakaian yang gak normal (2) mencatat di KML (Kartu Meter Langganan) (3) Tidak terburu-buru memasukkan jumlah tagihan sehingga jadi kwitansi yang suka tidak suka harus saya lunasi! Dasar pencatat meter Dudul! (Ini kasus SDM yang pertama) Saya sebenarnya bisa komplain atas pelayanan PDAM ini: Nggak menyampaikan ke pelanggan, nggak mencatat di KML! Tapi …. yach sudahlah… dudul!

Nah, sebelum jatuh tempo (sebelum tgl 20) saya mendatangi kantor PDAM Tretes untuk “meminta” kebijaksanaan , karena keringanan kayaknya juga nggak mungkin. Minimal ya nggak harus bayar jreng telung atus ewuh….. Ditemui petugas dan diterima dengan baik. Harapan-nya, ada solusi untuk maslah tagihan meter yang Abnormal tadi. Akhirnya, kesepakatannya, ada  petugas (penanggung jawab )yang akan menemui saya di  kantor saya lantaran hari itu sedang dinas luar. Ditunggu satu dua hari nggak muncul.

Akhirnya, tgl  25 April saya kembali ke kantor PDAM minta kejelasan. Penjelasan makin bikin sakit perut!. Saya dinyatakan telat bayar dan harus bayar denda 31.510 . Edian!

Total yang harus saya bayar, 346.610 (untuk pemakaian air selama 1 bulan plus Denda). Karena saya nggak punya  style orang yang ngeyel yach saya bayar tagihan saya yang 315.100. Saya nggak mau bayar dendanya TITIK!. Lha wong saya udah menghadap ke kantor PDAM sebelum tgl 20 untuk melaporkan hal tersebut kok gak ada solusi.. Ini kasus SDM dudul yang kedua.  Nggak heran bila banyak komplain lantaran kinerja pegawai yang demikian tersebut. Amit-amit… dech jgn terulang lagi..,Ampun mbah!!!

4 responses to this post.

  1. Posted by adem0ayem on 2 Juli 2009 at 2:56 am

    yahh ampun mbah…., wah tonggone ra dadi nyambung PDAM no pa’….untung ngerti ceritane hehehe….., serba salah air sumber yang mestinya melimpah ee dikuasai pihak-pihak tertentu, murup’e ra mesti pisan pindo….maringono byar pet…repot jadi wong Ngemplak hahaha.. giliran mo nyambung PDAM ee …”dudul” ?….

    Balas

  2. Posted by Ajeng on 8 Juni 2010 at 3:31 am

    Saya juga punya uneg2 tentang PDAM Prigen juga nih, saya habis nanya tentang biaya pasang baru untuk rumah saya, dan yang saya tahu rumah saya tidak akan banyak membutuhkan pipa sambungan karena hanya berjarak sekitar 5 meteran dari papa utama PDAM yang ada di jalan raya. Setelah di survey mereka menetapkan biaya pemasangan sekitar 3,5 juta. Normal gak sih??? perasaan kayak jauh dari normal….

    Balas

  3. Posted by Tanto on 16 Oktober 2010 at 2:20 am

    sdm nya BUMN, BUMD, ataw apa sj yg berbau negara / pemerintah puayaaah…!!!! beda dg swasta yg cekatan, profesional dan effisien…

    Balas

  4. Posted by mochamad yasin on 8 November 2013 at 4:23 pm

    kasus nya sama seperti yg saya alami 3 th yg lalu dengan tagihan total 5 juta kurang lebih pak , dan gila nya denda nya itu pak 100 % ngk masuk akal sekali !! PLN aja ngk sampai 20 % apalagi terhitung dari hari ini tg 29 \102013 sampai sekarang tanggal l11\8\2013 air sering mati , sungguh terlalu pdam prigen pasuruan , hanya mengambil uang nya saja tanpa memberikan pelayanan yg baik bagi konsumen ??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: