Cari Obat Awet Muda, ya ke Jolotundo! (Penanggungan Part 1)

Siapa tak kenal Titik Puspa. Nenek cantik yang awet muda! Apa rahasianya? Saran pakar gizi: makan buah dan sayur secara teratur. Sayur dan buah organik lebih baik. Jangan lupa konsumsi vitamin dan mineral. Ada juga yang sarankan perbanyak senyum atau tertawa. Hidup lurus, tidak neko-neko dan ngoyo. Saran lain: sering minum air putih. Bangun pagi dan olahraga teratur, sangat dianjurkan.

Manfaatkan waktu senggang untuk cari sesuatu yang baru. Jalan-jalan di sekitar rumah atau travelling. Jangan lupa menulis setelah melakukan perjalanan. Travel Writer, menulislah: saran Olive Bendon. Ini juga termasuk obat awet muda. Tubuh selalu di-refresh. Metabolisme pun lancar.

Nah kalau semua sudah. Apa lagi. Ada… Berkunjung, cuci muka atau mandi di Patirtaan Jolotundo. Lho kok….

Begitulah. Sebagian masyarakat percaya Air yang keluar dari perut bumi di Patirtaan Jolotundo sangat berkhasiat. Salah satunya bisa membuat awet muda!

Sumber: Patirtaan Jolotunda, Lereng Barat G unung Penanggungan

Patirtaan Jolotundo terletak di Lereng Barat Gunung Penanggungan (1650 m dpl). Gunung kecil ini sangat eksotis. Puncaknya gundul, bulat. Persis seperti kalu anak-anak menggambar gunung. Di lerengnya ada 4 bukit/ gunung kecil. Gajah Mungkur (1.084 m), Bekel (1.240 m), Sarahklopo (1.235 m), dan Kemuncup (1.238 m).

Dalam kitab Tantu Panggelaran, kitab Jawa Kuno, dari abad ke-16, Gunung Penanggungan disebut Pawitra. Nama Pawitra tersurat juga dalam kitab Negarakrtagama dan Prasasti Cungrang/ Prasasti Sukci.

Kitab Tantu Panggelaran mengisahkan, konon saat itu pulau Jawa (Jawadwipa) selalu bergoncang. Terombang- ambing oleh ombak Samudra India dan Laut Jawa. Padahal menurut para dewa di kahyangan pulau Jawa sangat ideal bagi tempat tinggal manusia. Dewa pun bersidang untuk menghentikan tanah Jawa yang labil. Beramai-ramai para dewa memindahkan dan menggotong Gunung Mahameru dari Jambhudwipa (India) ke Jawadwipa. Terbang di angkasa!

Sumber: Inskripsi “Gempeng” di Patirtaan Jolotundo

Dalam perjalanan, banyak bagian Gunung Mahameru yang berguguran. Jadilah rangkaian gunung di Pulau Jawa. Mulai bagian barat hingga Jawa bagian timur. Saat digotong ramai-ramai dan sampai di suatu tempat -Lumajang sekarang- ada seorang yang memukul-mukul bakul (tempat nasi) ke tanah. Akibatnya……..Buumm…. !!! Jatuhlah tubuh Gunung Mahameru. Menjadi Gunung Sumeru atau Semeru sekarang. Gunung tertinggi di tanah Jawa. Lantaran terlalu tinggi, puncak Mahameru dipotong dan oleh para dewa dijatuhkan di daerah perbatasan Mojokerto Pasuruan. Jadilah Gunung Penanggungan, sebagai The Holy Mountain.
Tak heran sejak abad ke-10 keberadaan G. Penanggungan sangat penting bagi masyarakat Jawa Kuno karena dianggap sebagai pusat makrokosmos, pusat alam semseta. Nah, sejak saat itulah di G Penanggungan mulai dibangun bangunan-bangunan suci. Salah satunya Patirtaan Jolotundo (Jalatunda), di lereng barat G. Penanggungan. ( Di Lereng Timur ada Patirtaan Belahan atau candi Sumber Tetek)

Patirtaan atau pemandian kuna Jolotunda -nama kunonya Jeluktondo- dibangun sekitar tahun 977 M. Airnya dianggap amerta (air suci) karena ke luar langsung dari tubuh Mahameru. Konon di puncak gunung ini bersemayam dewa – dewa.

Situs ini konon dibangun jaman Raja Airlangga, lantaran terdapat inskripsi UDAYANA di teras pancurannya. patirtaan ini dibangun dengan mengepras lereng bukit dan “menempelkan” bagian belakang bangunan ke bukit. Bagian tengah patirtaan terdapat teras bertingkat yang mempunyai air mancur yang menyerupai payung. Airnya yang jernih jatuh ke kolam. Bangunan menghadap ke Barat. Di pojok utara dan selatan terdapat bilik tempat mandi. Bilik Utara untuk mandi perempuan dan di selatan bilik untuk laki-laki. Air yang keluar dari pancuran di bilik inilah yang konon sangat berkhasiat.

Lokasi Patirtaan di tengah hutan. Pohonnya besar-besar. Rindang. Udaranya segar dan bersih. Airnya jernih. Setelah mandi disini.. …..dijamin tubuh kembali segar. Berlama-lama di situs ini dijamin tak akan jenuh. Kicau burung bersahutan. Desau suara angin dan semilirnya membuat sejuk suasana. Pikiran jadi tenang. Hilang stress dan kepenatan. Inilah obat awet muda yang sesungguhnya!

Patirtaan Jolotundo terletak di Desa Seloliman Trawas Mojokerto. Rutenya:

1. Surabaya – Pandaan – Prigen (rumah saya he he he.. boleh mampir!) – Tamiajeng (Trawas) – Seloliman. Naik Angkot dari Terminal Pandaan ke Trawas Rp. 5000. Dari Trawas, naik ojek langsung pelataran Jolotundo, Rp 15.000

2. Surabaya – Ngoro – Seloliman (tidak ada angkutan)

3. Mojokerto – Mojosari – Kemloko (Trawas) – Tamiajeng (Trawas) – Seloliman. Mojosari – Trawas angkutan terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: