Cantiknya Sunrise di Pantai Sanur

1381506709860061887

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 6 jam, akhirnya sampai jua di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.  Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB. Karena di Bali ada APEC, maka pemeriksaan di pelabuhan lumayan ketat. Polisi berseragam memeriksa kelengkapan kendaraan dengan teliti. Anggota lain memeriksa penumpang dan begasi.  Setelah beres, kendaraan bergeser  menuju loket pelabuhan. Bayar 125 ribu.

Malam itu suasana pelabuhan relatif lengang. Tidak ada parkir sama sekali. Petugas pengatur pemberangkatan mengarahkan kendaraan untuk masuk gerbang menuju kapal Ferry. Tanpa antre, kendaraan langsung masuk lambung kapal. Lambung kapal masih longgar. Masih bisa menampung 4 truk besar.

13815067681069409080

1381506785668086646

Sumber: Anak Logam di keheningan malam (dok pribadi)

Setelah mengecek perlengkapan, saya dan Darmaji naik ke dek penumpang. Mula-mula asyik saja berdiri di pinggir dek. Mencoba memahami gaya hidupAnak Logam yang bersandar di tiang lampu. Tanpa baju bersedekap menahan dingin. Tiba-tiba angin berhembus keras, memaksa saya masuk ke ruang penumpang yang terisi tak sampai sepertiga. Banyak kursi kosong. Musik dan lagu dangdut genre Banyuwangian menghentak keras.   Tak menunggu lama, terdengar sirine kapal berbunyi dua kali. Petugas melepas tali pengait dan kapal pun mulai menyeberang.

13815070121201585560

Sumber: Sepi penumpang

Cantiknya Sunrise

Satu jam sejak naik kapal, akhirnya menjejak pula di Gilimanuk. Polisi dan Satpol PP kembali memeriksa dengan teliti. Tak perlu lama, kendaraan meluncur membelah kegelapan menuju Denpasar. Perjalanan panjang yang sepi. Patokannya, rambu hijau bertuliskan Denpasar!. Tiga jam kemudian akhirnya tiba di Denpasar. Itupun sempat salah jalur sampai dua kali. Untunglah banyak orang Bali yang masih belum tidur. Rela menunjukkan jalan ke  arah ke Sanur.

Pukul 03.00, tiba di parkiran Pantai Sanur. Banyak kendaraan roda empat parkir. Puluhan motor berjejer di parkiran. Tapi sepi dari manusia. Hanya ada anjing hitam yang mendengus-dengus mendekat.   Penasaran, saya berjalan ke arah pantai yang gelap gulita. Tetap, tidak ada manusia! Baru kemudian terdengar beberapa motor datang. Beberapa pasang anak muda memarkir motornya. Dengan langkah cepat mereka berjalan menyusuri  pantai. Menembus kegelapan dan hilang. He he he he. Jadi ingat kalau malam minggu.

1381506815343813494

Sumber: Menjelang Sunrise

13815068301402113271

Sumber: Merangkak naik

Saya balik arah dan segera kembali masuk kendaraan. Tidur-tidur ayam. Selepas Subuh, kami bergegas  ke Pantai. Sudah banyak orang. Nampaknya semua menunggu Sunrise. Nelayan sudah ada yang  menjala ikan. Kapal-kapal kecil mulai bergerak. Beberapa pelancong, terutama anak-anak  bahkan sudah bermain air. Saya memilih duduk di pinggir pantai. Seorang ibu datang ke pantai. Membawa setumpuk pelampung. Satu per satu tangannya cekatan memompa. Mengais rejeki dengan menyewakan pelampung untuk berenang.

Akhirnya, perlahan langit timur yang hitam mulai membiru. Kemudian muncul semburat merah kekuningan. Sayangnya ada awan tebal menghalangi. Sedetik, dua detik, mentari pun mulai menampakkan diri. Bulat, merah kekuningan naik perlahan.  Subhanallah, indah nian. Cantiknya matahari terbit di Pantai Sanur.

1381506856145415485513815068831205311031381506895690075766

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: