Eksotisnya Kehidupan Tradisional Bali di Ubud

13850304911807318661

Sumber: Prosesi Penyambutan

Saya dan rombongan baru saja menginjakkan kaki di  Gapura Bentar. Tiba-tiba dari sebuah kelokan di kejauhan muncul  iringan remaja  Bali. Tiga gadis cantik,  berpakaian  adat Bali memimpin iringan.  Di belakang mereka berturut-turut tiga remaja putri membawa Banten dan sesajian di atas kepala, berpayung  Bali berwarna kuning.  Tabuh khas Bali terdiri dari   Kendang, Ceng-ceng, Kempli dan Gong, setia mengiringi langkah kaki mereka. Itulah Parade Melasti, prosesi wajib  untuk meyambut  tamu saat berkunjung ke Bali Cultural Center di Banjar Nyuhkuning Mas, Ubud Gianyar, Bali.

13850305182060568942

13850305501192113021

Sumber: Welcome to BCC, cocok bagi yang suka ES JERUK…..

Kehidupan Tradisional

Siang itu, saya dan rombongan dipandu oleh Pak Wayan, guide yang asli Bali mengunjungi BCC (Bali Cultural Center). Ada yang menyebutnya Bali Mini. Begitu iring-iringan penyambutan tiba di pendopo, semua anggota rombongan disuguhi Welcome Drink: Es Jeruk yang segar. Cocok untuk udara yang mulai memanas. Sesaat, tuan rumah memperkenalkan diri dan semua hal yang ada di BCC. “Di tempat ini, Bapak/ Ibu akan mengenal kehidupan tradisional serta beberapa sajian seni khas Bali, ” kata tuan rumah. Tak lama seremonial dilanjutkan berupa sajian Tari Jangger yang gemulai. Semua anggota rombongan begitu menikmati tarian ini. Maklum, belum pernah kenal sebelumnya.

1385030586271970673

1385030611501893820

Sumber: Saweran

Begitu tarian usai dan tabuhan berhenti, oleh pengelola,  rombongan dipandu berkeliling ke sudut-sudut BCC.  Tiba di sebuah jembatan, disambut Tari Barong Bangkal.  “Tari ini berfungsi menolak bala, ” kata pemandu.  Tak lebih dari 10 menit, sajian berakhir. Satu dua anggota rombongan pun nyawer sang Barong.

Canangsari  dan Wayang Lemah

Usai disuguhi Tarian Barong, pengunjung diajak mendekat ke beberapa Gazebo yang ada di sebuah pelataran. Ternyata di masing-masing Gazebo, sudah menunggu remaja Bali yang tadi ikut penyambutan Parade Melasti. Di Gazebo pertama, pengunjung diajak mengenal cara membuat Canang sebagai bagian dari sesajen. “Bali itu artinya Sesajen. Tak heran tiap hari di Bali ada sesajen,”‘ pemandu menjelaskan. Dua gadis Bali yang “bertugas” begitu trampil membuat canang. Mereka juga ramah serta telaten mengajari cara pembuatan canang pada pengunjung.

13850306371179950388

Sumber: Canang

13850306692038874723

Sumber: Wayang Lemah

Bergeser  ke Gazebo sebelah, pengunjung dihibur  dengan Wayang Lemah: Wayang khas Bali. Bentuknya mirip dengan wayang kulit di Jawa. Mungkin berbeda tokoh-tokohnya.  Musiknya pun  simpel. Berupa dua larik Gender. Hanya suara sang Dalang muda serta hentakan kakinya yang meramaikan suasana. Tentu saja saya dan teman hanya bisa berfoto ria, karena nggak paham sama sekali bahasa Bali, he he he.

Menumbuk Padi dan Pembuatan  Minyak Tanusan

Selepas menikmati dalang beraksi, kami bergeser ke Gazebo tempat demonstrasi menumbuk padi. Sebuah Lesung besar dengan ‘Alu”-nya sudah disiapkan bagi pengunjung untuk ikut “berkeringat” menumbuk padi. Konon, aktifitas ini sudah sangat langka di kalangan masyarakat Bali. Juga masyarakat lain di Nusantara, sepertinya.

13850306926676695271385030709631997639

Di Gazebo terakhir, nampak dua gadis sedang duduk di balai-balai. Satu sedang memarut kelapa. Lainnya memeras santan. Santan-santan yang terkumpul itu kemudian dimasukkan dalam sebauh panci dan dipanaskan di atas tungku tanah liat atau Luweng. Saya menyebutnya Pawonan.  Pembakarnya menggunakan kayu dan ranting kering. Santan yang dipanaskan dibiarkan sampai mendidih. Baru kemudian didiamkan mendingin untuk diambil minyaknya yang sudah mengambang. Begitulah cara tradisional orang Bali menghasilkan minyak goreng.

1385030735721333396

Sumber: Pembuatan Minyak Tanusan

13850307572101970879

1385030777958658732

Sumber: Destilasi Tradisionil

Selain demonstrasi aktifitas kehidupan tradisional, di BCC juga disiapkan bermacam pernak-pernik  tradisi khas dan kepercayaan yang berkembang di masyarakaat. Tak heran, di beberapa sudut ada patung Ogoh-Ogoh yang menyeramkan juga beberapa patung (arca) dewa yang merupakan simbol-simbol kepercayaan masyarakat Bali.

Di akhir kunjungan, maka seluruh anggota rombongan dipandu kesebuah pelataran. Disanalah digelar beberapa tari tradisional khas Bali lainnya semacam: Barong Macan, Barong Tuo sampaiJoged Bumbung. Kalau anda suka ngibing.. inilah saatnya……..!!!!

Begitulah,  daya tarik Bali bukan hanya  keelokan panorama alamnya nan indah Tapi seni budayanya juga tinggi, serta serta adat dan tradisinya yang unik. Kalau ingin tahu semuanya, tapi dalam durasi yang singkat, bolehlah Anda berkunjung ke BCC, Ubud.

1385030819415076794

Sumber: Ogoh-Ogoh

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: