Jokowi Blusukan, Terinspirasi Hayam Wuruk?

1378957186288110317

Blusukan Jokowi (www.tempo.co)

 

Blusukan adalah salah satu trade mark seorang Jokowi, Gubernur DKI Jakarta. Sejak di Solo, Jokowi sudah terkenal sering blusukan. Mendekat, menyapa, menyerap uneg-uneg, aspirasi, masukan, kritikan dari  masyarakat bawah yang dikunjunginya. Ternyata, aktifitas  ini sangat fenomenal. Menjadikan Jokowi benar-benar dekat dan lekat  dengan rakyat.  Dampak ikutannya membuat Jokowi naik pamor.  Tapi, yang terpenting dari aktifitas blusukan itu, paling tidak Jokowi mampu mengatahui akar permasalahan dan mampu memberi solusi pada masalah yang muncul di sudut-sudut wilayah yang dipimpinnya. Penataan pasar  Tanah Abang, pembersihan Kali Ciliwung merupakan  buktin yata kerja Jokowi dan Ahok yang dimulai dari blusukan.

Terinspirasi Hayam Wuruk?

Jika ditelusuri ke belakang, ternyata di masa lampau di Nusantara ini ada model pemimpin bahkan raja yang  juga suka blusukan. Raja Majapahit Hayam Wuruk orangnya.  Dalam kakawin Negara Krtagama atau Desawarnana yang disusun oleh Mpu Prapanca, tercatat tak kurang dari tiga kali blusukan dilakukan Hayam Wuruk. Ini kategori blusukan dengan rombongan besar. Mungkin sekali, kalau hanya blusukan di sekitar Ibukota Majaphit, terlalu tebal untuk dicatat dalam  sebuah kakawin.

Desawarnana = Uraian Desa-Desa

Catatan perjalanan Hayam Wuruk ke desa-desa di pelosok yang jauh dari Ibukota Majapahit  tercantum dalam pupuh 17 sampai 6o kakawin Negara Krtagama. Dimulai Tahun 1353 dan 1354  Hayam Wuruk berkunjung dan blusukan ke desa-desa di wilayah Pajang dan Lasem, sekarang wilayah Jawa Tengah.  Kemudian dilanjutkan ke daerah Blitar di tahun 1357. Tidak sekedar blusukan ke desa-desa, Hayam Wuruk juga pelesir ke Pantai Selatan yang konon sangat eksotis.

Blusukan yang paling terkenal dilakukan Hayam Wuruk adalah ke Lumajang tahun 1359.  Kisah kunjungan ini merupakan topik utama dalam Negara Krtagama. Bahkan, hampir separuh isi kakawin ini menceritakan blusukan ke Lumajang. Di sana tercatat urut-urutan dan apa saja yang dilakukan Sang Baginda selama melakukan lawatan ke Lumajang yang memakan waktu selama 3 bulan. Jadi,  dibandingkan blusukan Jokowi, blusukan ala Hayam Wuruk lebih hebat dan kolosal.  Prapanca begitu rinci mencatat setiap aktifitas Baginda termasuk desa-desa yang dilalui dan didiami selama kunjungan. Tak heran, jika kakawin Negara Krtagama sebenarnya lebih tepat diberi judul ” Desawarnana” yang artinya adalah Uraian Tentang Desa-Desa.

Blusukan kolosal Hayam Wuruk ke Lumajang, diikuti oleh seluruh Raja Jawa serta permaisuri dan para menteri, tanda, pujangga dan para pembesar termasuk Sang Mahapatih Gajah Mada.  Ratusan kereta, pedati, dan yang jalan kaki berderet  memenuhi jalanaan. Dimulai dari Ibukota di Trowulan menuju Kepulungan – Bangil – Pasuruan -Probolinggo dan Lumajang. Kemudian dilanjutkan menuju ke Puger (Jember)- menuju ke arah Utara yakni Bondowoso. Kembali ke Besuki -Probolinggo- Pasuruan, belok ke arah Singosari – Malang. Dari Malang kembali menuju Singosari – Lawang – Purwosari – Pandaan dan kembali ke Trowulan Mojokerto.  Kunjungan blusukan ini tak kurang dari 3 bulan lamanya dan dilaksanakan di Bulan Bhadrapada atau September. Klop, karena sekarang juga Bulan september dan menulis tentang Blusukan!

Begitulah, ternyata kegiatan blusukan bukan hal baru bagi seorang pemimpin negeri. Terbukti dengan aktifitas blusukannya itu, Hayam Wuruk mampu mendekatkan diri dengan rakyatnya sehingag mereka bersatu padu menjadikan Majapahit sebagai salah satu Kerajaan Besar yang megah dan pernah menguasai Nusantara. Bisa jadi, Jokowi juga terinspirasi dari kisah blusukan ini. Siapa tahu? Saran saya, catatlah dengan detil blusukan Jokowi, siapa tahu kelak juga jadi sebuah buku yang Best Seller.

13789572351091503243

Blusukan Hayam Wuruk ke Lumajang (garis merah) (www.eastjava.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: