Menempuh 900 Km, Telusuri De Groote Postweg, demi Kompasianival

1385726096148564678

Walau belum setahun gabung Kompasiana, keinginan untuk datang di Kompasianival begitu menggebu. Hasrat makin menjadi-jadi tatkala ada email masuk. Isinya pemberitahuan sekaligus “undangan” pengambilan hadiah Blog Competition Pertamina “Energi masa Depan”. Alhamdulillah, saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang. Maka, persiapan pun dilakukan. Awalnya akan mengajak putri saya Amanda, karena perjalanan jauh, kasihan juga. Akhirnya saya berangkat sendiri. Praktisnya sih ya naik Kereta Api, Bus  atau pesawat. Tapi ada undangan dari saudara di Bandung untuk mampir. Ya, sekalian saja pulang dari Kompasianival mampir ke sana.

Setelah dapat ijin dari kantor, maka Jumat sore saya ditemani Darmaji meluncur menuju Pantura. Sebuah peta kecil terselip dekat jok. Setelah 2 jam perjalanan dari rumah di kaki Gunung Welirang, akhirnya sampai di Exit Tol Kebomas Gresik. Kendaraan mulai menyusuri jalur sibuk Lamongan – Tuban. Bus dan Truk serta Tronton berseliweran. Di Tuban masuk ke jalur De Groote Posweg, warisan Deandels.

1385726137538519329

Sumber: Jalur Pantura (wikipedia)

Perjalanan via Jalan Nasional  Pantura pun dimulai. Sayangnya, aspal di jalur padat antara Tuban – Lasem – Rembang mulai rusak. Bergelombang dan terkelupas.  Setelah ishoma,  kendaraan melaju melewati Pati – Kudus. Hari mulai malam saat masuk Semarang menuju  Kendal. Tiba di Pekalongan sekitar pukul 22.00. Ke Jakarta masih jauhhhh…Akhirnya mencoba menghubungi Pak Thamrin Sonata, kompasianer senior yang tinggal di Jakarta.  Mengantisipasi kalau besok saya datang telat di Kompasianival. Alhamdulillah, walaupun belum pernah bertemu muka, pak Thamrin sangat baik dan siap membantu. Akhirnya malam itu, perjalanan diakhiri setelah melewati Tegal dan tidur di Pompa Bensin Brebes.

1385726172974771306

Sumber: Telor Asin Khas Brebes… ya asin

Selepas Subuh,  saya menggantikan Darmaji memegang kemudi. Sempat mampir sejenak beli Telor Asin khas Brebes yang konon gurih! Ada telor asin biasa, ada yang bakar. Beli dua-duanya. Asal nggak beli Bawang Merah saja he he he..   Lalu meluncur menuju Cirebon. Masuk Tol Kanci menuju Palimanan. Jalannya lumayang lengang. Panjangnya sekitar 35 Km. Ada tiga gerbang tol yang harus dilewati. Total hampir 50 ribu. Keluar tol perut mulai berontak. Mau belok ke warung kok kurang sreg. Akhirnya terhipnotis oleh banner RM Pringsewu yang memandu sepanjang jalan.

Selesai sarapan, tanpa menuda waktu, kendaraan terus dipacu menuju Indramayu, Pemanukan dan Cikampek. Alhamdulillah, mulai masuk Cikampek dipandu oleh Pak Thamrin menuju lokasi. Saya dan Darmaji yang orang udik  sangat ragu saat pertama tiba di gerbang dan masuk belantara ibukota. Untunglah pak Thamrin sabar memandu sampai melewati Cawang dan turun melingkar di Jembatan Semanggi. Tinggal cari arah Bundaran HI. “Lokasinya dekat situ”, kata Pak Thamrin. Komunikasi pun terputus. Kami punmandiri. Pede saja.

13857262701999972769

13857262411011003382

“Tersesat” di Bundaran HI

Tak lama, akhirnya sampai juga di Bundaran HI, memutar sedikit dan lurus. Berhenti di kiri  jalan. Tanya pada pejalan kaki. Ternyata Grand Indonesia sudah terlewati. Mau langsung putar jelas tidak boleh. Jalur satu arah. Harus jalan dulu ikut jalur lurus. Jangan ambil jalur Busway. Bisa ditilang! Akhirnya tiba di ujung  dan memutar dekat Monas. Kembali ke arah Bundaran HI. Di sana ada polisi yang lagi jaga. Satu dua kendaraan dihentikan. Mungkin salah ambil jalur. Untunglah saya selamat he he he. Tapi, muternya kebanyakan. Yang dimasuki malah Plaza Indonesia. Salah lagi. Muter lagi. Akhirnya masuk juga ke kompleks Grand Indonesia. Masih juga keliru. Harusnya yang West. Kita masuknya di East.  Dua Satpam  simpatik menunjukkan arah. “Naik saja. Di lantai 7 nyebrang lewat Skybridge menuju Grand Indonesia bagian west! Parkir di sana,” kata pak satpam. Akhirnya tiba di lokasi. Odometer saya lihat… Wow.. 912 kilometer. Ditempuh 23 Jam. Demi Kompasinaival. Akhirnya tiba juga di stage KOMPASIANIVAL Fountain Atrium Grand Indonesia Shopping Town 3A. Asiikk..

13857263181994883674

1385726339821945893

Sumber: Ikuti petunjuk pasti aman…..

13857263881831738554

Sumber: Tiga kali putar di sini…..lumayan

13857263631986957149

Tiba di lokasi langsung registrasi. Duduk dan celingak celinguk. Barangkali ada yang kenal (sambil mengingat  PP di K). Kikuk juga karena nggak ada yang kenal. Untung Darmaji setia menemani he he… Tak lama akhirnya mulai SKSD, Sok kenal Sok Dekat. Berdiri dan mendekat ke para kompasianer. Mula-mula bersua Oma Eni dan putranya. Lalu Pak Thamrin Dahlan dkk. Akhirnya dibelakang, berjumpa  dengan  Mas Hsu dan Mbak Dara Jabar. Mas Hsu banyak mengenalkan saya pada sahabat kompasianer yag ada di sana. Termasuk mengenalkan dengan Pak Kate, Mbak Ariyani Na, Mbak Selsa, Zuraqan,  Hazmi Srondol serta Opa Jappy.  Mas Hsu juga yang menunjukkan barisan admin termasuk Selebriti Talk Show siang itu, Mas Isjet. Ada sedikit insiden. Obrakan Satpol pada Kompasianer yang sedang kumpul makan camilan bareng-bareng  di belakang. Waduh!

1385726468160189323

Sumber: Ki-Ka : Mbak AriyaniNa, Mas Hsu, mas Teguh Haraiwan, bang Isjet,Mas Hazmi, Pak Kate, Pak Akang Sepuh

13857269691709093383

13857265031490742675

1385726641126683717

Juara II

Sambil bicara ngalor ngidul dengan mas Hsu, acara-demi acara terlewati. Dua MC begitu piawai mengatur ritme acara. Ada Talk Show pengelolaan sampah. Talk Show Pertamina sampai Talk Show yang menghadirkan Wagub DKI: Ahok bertema “Jakarta Miniatur Indonesia“. Termasuk live musik yang berisik, hi hi hi hi. Siang itu bang Isjet benar-benar tampil prima. Jadi host untuk semua narasumber. Sungguh energik dan staminanya luarrrr biasa. Salut-salut.

13857268761854099298

1385726433937288720

Sumber: Diwawancarai crew Pertamina (karena pemenang lain tidak datang he he he)

Akhirnya, tiba saatnya saya dipanggil untuk menerima hadiah dari Pertamina. Artikel saya, Saatnya Potensi Geotermal Jawa Timur Dieksplorasi” menyabet juara II. Hadiahnya lumayan, kamera Canon EOS m (mirrorless). Spek-nya masih satu level di atas kamera saya yang 1000D . Alhamdulillah.

Perasaan saya masih ada yang kurang  sreg walau sudah hampir 3 jam di lokasi dan mengikuti beberapa Talk Show. O iya….Belum ketemu pak Thamrin Sonata! Baru menjelang pukul 16.00, beliau muncul. Kaosnya coklat (beli di Bali kayaknya) dipadu dengan jaket hitam serta bercelana jins. Mula-mula sih nggak kenal juga. Tapi performance beliau yang nggak jauh beda dengan PP,  saya berani memastikn kalau yang datang pak Thamrin. Akhirnya, bersua pula dengan salah seorang kompasianer senior yang baik hati dan sangat njawani. Duduk dan mengobrol berdua dengan beliau terasa begitu akrab. Seperti sudah kenal lama.! Padahal baru ketemu  beberapa menit  lalu.  Ada saja topik pembicaraan. Menunjukkan beliau banyak pengalaman. Beliau juga antusias menceritakan, akan terbitnya buku keroyokan yang ditulis 25 kompasianer wanita. Hmmm… semangat yang luar biasa. Beliau sangat jeli melihat potensi yang ada di Kompasiana. Beliau juga mengenalkan saya dengan mbak Ngesti Setyo Murni yang anggun dan rapi jali… he he he.

1385726573578386276

Sumber: Ngobrol dengan Pak Tahmrin Sonata

1385726919905666795

Sebenarnya ingin hati berlama-lama. Mengikuti acara Kompasianival, setahun seklai, sampai tuntas-tas. Sayang, sore itu saya harus segera meluncur karena saudara di Bandung sudah menunggu. Lagi-lagi, pak Thamrin berbaik hari menunjukkan rute yang benar. Sambil mengingat-ingat, kami agak was-was juga keluar dari Grand Indonesia. Kuatir salah mengambil jalur. Patokannya satu: naik melalui Jembatan Semanggi. Akhirnya lolos juga. Meluncur menuju Cikampek dan setelah KM 57 belok kiri, keluar TOl dan masuk Tol Perbeulenyi. Menelusuri Cipularang menuju Bandung..

Terimakasih

1. Admin Kompasiana

2. Pertamina

3. Seluruh Sahabat Kompasianers

4. Pak Thamrin Sonata

1385727230313258647

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: