Menilik Koleksi Keren Museum Bali

13848015232073448269

Deretan Rumah Adat Bali dengan arsitektur yang unik, koleksi lukisan klasik yang langka, tinggalan pra sejarah yang antik, lintasan peristiwa Puputan Badung yang heroik, serta ukiran cerita Ramayana di sebuah Gading Gajah adalah cuplikan sajian menarik yang hanya bisa ditemukan di Museum Bali, Denpasar.  Maka, jika ke Bali sebaiknya tidak  hanya menikmati keelokan panorama pantai, adat dan tradisi unik serta Sunset dan Sunrise. Tidak usah ragu, mampirlah ke Museum Bali!

Jujur saja, saya tidak hafal peta Bali. Begitu saya minta mas Edy (teman yang domisili di Bali) menunjukkan letak museum, ternyata saya dan Darmaji  diarahkan ke Museum Bali. Halaman depan, sekaligus areal parkir museum sangat asri. Banyak pohon rindang menaunginya. Tepat di depan museum ada lapangan terbuka hijau. Kompleks museum dibatasi tembok tinggi berukir khas Bali. Pintu utama berupa Gapura Bentar yang menjulang. Sedang pintu masuk museum, ada di sisi kiri pintu utama.

13848015881613713198

Begitu masuk  museum, dihalamannya ada  sebuah menara tinggi berukir yang bekas terbakar. Suasana museum tidak begitu ramai. Setelah membayar 5000 per orang, kami pun dipersilahkan memasuki gedung. Pertama yang kami kunjungi namanya Gedung Timur. Ada beberapa turis asing sedang menikmati koleksi museum saat kami tiba.

Eh iya, saat mau masuk gedung, ada seorang berkaos oblong yang tiba-tiba saja berjalan  menemani. Bukan petugas museum berseragam. Ooo.. seorang “guide” kayaknya. Kalau tak salah ingat namanya Mas Putu. Saya enjoy saja. Mas Putu sangat familier dengan koleksi museum. Tanpa diminta, berusaha menjelaskan koleksi yang terpajang. Lumayan, nambah wawasan.. he he he.

1384801708305588914MUSEUM TERTUA

Museum Bali terletak di Jl. Mayor Wisnu, Denpasar Bali. Konon, lokasi Museum Bali merupakan “bekas”  puri (Istana)  Raja Badung. Di lapangan depan kompleks museum inilah, menurut Mas Putu, Raja Badung, I Gusti Ngurah Denpasar dan keluarga serta laskarnya mengadakan Puputan melawan penjajah di tahun 1906. Setelah Badung diduduki, maka sekitar tahun 1910, W.F.J Kroon, Asisten Residen Bali Selatan merintis dan memerintahkan Kurt Grundler (arsitek berkebangsaan Jerman) dan para Undagi (ahli bangunan trsdisional Bali) I Gusti Ketut Rai dan I Gusti Ketut Gede Bandel untuk mendesain bangunan museum.

Bangunan Museum bali merupakan perpaduan antara Pura dan Puri, dengan tiga halaman. Jaba sisi (halaman luar), jaba tengah (tengah) dan jeroan (halaman dalam). Pada halaman dalam terdapat tiga buah bangunan khas Bali yang beratap ijuk. Gedung Tabanan, mewakili arsitektur Bali Selatan. Gedung Karangasem mewakili Bali Timur dan Gedung Buleleng mewakili arsitektur Bali Timur. Ada bagunan satu lagi, namanya Gedung Timur, merupakan bangunan baru yang diperuntukkan untuk ruang pameran. Di Selatan museum terdapat Pura Jagatnatha.

Gedung Timur

Gedung Timur berlantai dua. Di lantai I, saya menikmati sajian koleksi berupa peninggalan pra sejarah. Ada sarkofagus, nekara, prasasti, arca perunggu (patung-patung dewa) sampai keramik Cina dan mata uang Kepeng. Disambung dengan kisah heroiknya perjuangan rakyat Bali saat melawan penjajah, terutama yang terjadi di Sanur dan Badung. Semuanya koleksi tertata rapi, terlindungi kotak kaca yang kokoh.

13848016841421966141138480172917543068441384801752201360410213848017781991386511

1384801797252392515

Sumber: Peralatan Perang Puputan Badung

Di lantai 2 dipamerkan beberapa koleksi seni lukis  klasik Bali. Paling banyak  bertema Ramayana. Uniknya,  lukisan-lukisan klasik ini dilukis di atas lembaran kulit yang cukup lebar. Cat lukisnya menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu ada pula beberapa lembar lukisan abtrak yang terpajang di dinding museum. Mirip-mirip goresan maestro pelukis abstrak Indonesia: Affandi.

1384801817103801710913848018521576061175

Setelah lukisan, pengunjung akan dimanjakan dengan karya seni patung yang menarik. Ada koleksi warisan abad ke-16 yang bergaya Klasik, Tradisional dan gaya modern. Wujudnya berupa patung-patung hewan mitologi, patung lakon Ramayana, sampai patung modern seperti sabung ayam dan pohon pisang. Paling menarik perhatian saya adalah sebuah Gading Gajah yang panjangnya lebih dari 2 meter. Tidak sembarang gading, karena disemua sisinya penuh ukiran. Menurut Mas Putu, ukiran itu adalah cerita Ramayana. Sungguh citarasa seninya sangat tinggi!

13848018801192300169

13848018981825539699

Sumber: Gading berukir cerita Ramayana

Renovasi

Keluar dari gedung Timur, saya diajak Mas Putu berkeliling. Dua teman saya memilih istirahat di halaman parkir. Saya menyusuri lorong-lorong nan asri yang masuk kawasan Jeroan (dalam). Ada pohon kamboja yang sedang berbunga. Awalnya tiba di Gedung Buleleng. Ternyata masih direnovasi, termasuk dua gedung lainnya. Gedung Buleleng mencerminkan arsitektur Bali Utara dengan ciri khas sendi tugehnya Patung Singa Bersayap (Singa Ambararaja). Di teras gedung terdapat beberapa arca. Di dalam gedung dipamerkan perkembangan dan pembuatan kain tradisional Bali.  Dari yang simpel sampai yang rumit. Ada kain Polos, Poleng, Endek, Cepuk, Grinsing, Songket dan Prada. Di Gedung Buleleng bisa dijumpai juga alat tenun tardisional manual yang disebut “Cagcag“.

13848019431419486897

138480196515968414

Sumber: Gedung Buleleng

Di sebelah Gedung Buleleng ada Gedung Karangasem. Juga sedang direnovasi. Gedung ini dulu merupakan  bagian Puri Raja. Tempat raja menerima tamu-tamu penting. Disini disimpan koleksi berupa alat perlengkapan upacara Panca Yadnya. Ada pula Pratima (patung perwujudan dewa-dewi) serta Pralingga (binatang mitologi kendaraan dewa, Prerai (gambar wajah jenazah), maket upacara potong gigi dan Kisa (keranjang untuk membawa ayam aduan).

1384801987494430966

Sumber: Gedung Tabanan

Di sebelah Gedung Karangasem ada Gedung Tabanan yang mewakili arsitektur Bali Selatan. Ketika dibangun dulu dibantu oleh Raja Tabanan. Saat masa kerajaan, tempat ini merupakan tempat bertuah, karena berfungsi sebagai tempat menyimpan pusaka. Sekarang digunakan untuk menyimpan peralatan seni tari seperti Tari Sanghyang, Barong, Rejang, serta alat-alat tabuh khas Bali semacam sulingan, rebab, kempli, ceng-ceng, rindik, gong dan gender.

13848020921447743076

Sumber: Petilasan Taman Sari

Selepas mengitari kompleks Jeroan, saya diajak berkeliling oleh mas Putu untuk menapak tilas ke halaman tengah. Ada semacam Taman Sari kecil yang sudah tak berfungsi. Konon dulu tempat putri raja mandi. Saya pun diajak naik ke sebuah menara. Dari sini nampaklah pemandangan di seantero museum. Ada dua turis asing yang ikut naik bersama saya. Turun dari menara, sebelum berpisah  saya sempatkan mendokumentasikan Mas Putu yang setia menemani saya di siang yang terik kala itu.

138480202668313848

Sumber: View dari menara

1384802046940103540

Sumber: Guide

1384802069210989638

Sumber: Puputan Square

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: