Revitalisasi Amphitheater TC Wilwatikta, Awal Bangkitnya Sendratari Jawa Timur

1375541395714258347

Sendratari Surya Majapahit (dok pribadi)

 

Jawa Tengah boleh bangga dengan Panggung Terbuka berlatar Candi Prambanan. Sekarang, Jawa Timur pun patut bangga  lantaran punya Amphiteater  Taman Candra Wilwatikta (TCW) Pandaan, Pasuruan. Panggung terbuka berkapasitas 15 ribu penonton ini sudah selesai direvitalisasi. Terletak di Barat jalan raya jurusan Tretes-Pandaan. Luas areal kompleks TCW lebih dari 12 hektar.  Selain Amphitheater ada  fasilitas penginapan berkapasitas 250 orang, Aula (Pendopo) kapasitas 500 orang, Taman Burung, Restoran, Pusat Kerajinan dan Ruang Pameran.

1375541429567878328

13755414721830473009

Kondisi bangunan sebelum direnovasi (dok pribadi)

1375541520650411193

Amphitheater yang memprihatinkan (dok pribadi)

 

Festival Internasional

Panggung Apmhitheater-nya sendiri terletak di sisi Barat kompleks TCW, dengan Gunung Penanggungan sebagai latar belakang. Tempat penonton berupa deretan kursi beton yang membujur Utara Selatan. Berderet deret dari Barat dan menyesuaikan dengan kontur tanah yang dibuat meninggi di sisi Timur. Di Utara dan Selatan panggung ada dua Arca Dwarapala. Mirip arca di Singosari. Sungguh paduan yang eksotis.  13755415491434668197

13755415961745144967

Amphitheater TCW adalah sebuah kompleks Pusat Seni dan Budaya yang dibangun oleh Yayasan Candra Wilwatikta tanggal 28 Oktober 1963. Yayasan ini didirikan oleh Kol, Mochamad  Wijono  (Gubernur Jawa Timur kala itu), Major Mohamad Said dan Ibu Dar Mortir. Nama terakhir ini adalah pelaku sejarah dalam pertempuran 10 Nopember di Surabaya.

Tanggal 31 Agustus 1971, di TCW digelar Ramayana Festival International I. Sayangnya, pergelaran itu adalah yang pertama sekaligus yang terakhir. Selanjutnya dalam waktu yang panjang, TCW pun hidup segan mati tak mau. Bangunan-bangunannya banyak yang rusak tak terawat. Pelataran Amphitheaternya sendiri ditumbuhi rumput ilalang. Memang pernah sekali dua kali dihelat pergelaran semdratari di tempat ini. Tapi selebihnya, TCW tak lebih dari tempat masyarakat momong anak-anaknya yang masih balita nonton Kijang di halaman depan TCW.  Atau tempat resepsi pernikahan.  Kondisi TCW yang mati suri ini bisa dimaklumi karena untuk mengelola kompleks yang luas dengan banyak bangunan jelas membutuhkan dana operasional yang besar. Itu masalah utama.

Petilasan Majapahit

Kondisi yang memprihatinkan ini akhirnya didengar oleh Gubernur Jawa Timur. Beliau mengusulkan untuk merevitalisasi TCW serta mengelolanya. Pak De Karwo (Gubernur Jawa Timur) menyatakan bahwa TCW adalah aset yang sangat berharga. Bahkan beliau sangat yakin bahwa TCW merupakan salah satu Petilasan Kerajaan Majapahit. Ini bisa dipahami lantaran 500 meter di Selatan TCW terdapat Candi Jawi nan megah. Bahkan dari berita Negara Krtagama pupuh 56-57 kita bisa membayangkan saat kunjungan Prabu HayamWuruk ke Candi Jawi, maka lapangan terbuka dan luas di TCW adalah tempat parkir ideal bagi rombongan sang Prabu.Tak salah kalau kemudian pendiri Amphitheater ini menamakannya Wilwatikta yang artinya Majapahit.


Surya Majapahit

Sendratari Surya Majapahit yang digelar 11 Juli 2012 di TCW boleh dikatakan sebagai awal kebangkitan Sendratari Jawa Timur. Pergelaran itu dihelat setelah peresmian TCW oleh Gubernur Jawa Timur yang ditandai dengan pelepasan kain penutup Arca Tribuwana Tunggadewi di halaman depan kompleks TCW. Pak De karwo berpesan pada masyarakat yang malam itu hadir agar memanfaatkan TCW sebagai Pusat Kesenian dan Kebudayaan. Masyarakat bebas menggunakan Amphitheater untuk berlatih seni tari atau kegiatan kesenian lainnya. Kegiatan peresmian itupun dihadiri oleh perwakilan utusan Temu Karya Taman Budaya Seluruh Indonesia. Mereka sangat apresiatif karena Jawa Timur memiliki panggung terbuka dan pergelaran Sendratari yang spektakuler.

1375541655462197904

Arca Tribuwana Tunggadewi di halaman depan TCW (dok pribadi)

13755416841634653092

13755417221734173607

Agaknya komitmen untuk menghidupkan sendratari dengan genre Majapahit selama setahun terakhir ini benar-benar konsisten dilaksanakan oleh Pemprov Jatim. Tak kurang dari 3 pergelaran sendratari sudah digelar di TCW. Masyarakat Pasuruan pun sangat antusias dan tumplek blek memenuhi kursi-kursi Amphitheater. Mereka tak beranjak dari kursi sebelum pergelaran usai walaupun kadang nyamuk dan udara malam yang dingin menusuk kulit.

13755417501173042413

13755417751832716320

13755418002033324514

Kesenian khas Madura yang tanpil saat peresmian TCW (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: