Tampil Memukau, ISI Denpasar Menutup Festival Majapahit 2013

13802974041221150871

Perhelatan Festival Majapahit 2013 di Amphitheater Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan sudah berlalu. Sembilan negara sudah tampil  membawakan episode Ramayana menurut versi negara masing-masing. Saya bersyukur bisa menikmati keragaman tampilan apik mereka. Tiap negara begitu  kreatif “menerjemahkan” Ramayana menurut  keunikan kultur masing-masing. Terlihat dari koreografi, kostum, musik pengiring,  serta property yang mereka gunakan.

Singapura yang tampil di hari kedua dengan lakon  Jatayu’s Attempt to Rescue Sita, kultur Tiongkok-nya begitu dominan. Ini terlihat dari kostum, gerak, iringan musik serta  lagu. Kostum yang digunakan mirip dengan kostum yang digunakan di film-film silat Mandarin. Musiknya didominasi suara Rebab yang tak berhenti sepanjang pergelaran.Tiongkok banget!

1380297456124313465

Atraksi perkelahian rama dan Rahwana versi Thailand

 

Thailand yang tampil di hari ketiga berkostum mirip dengan tampilan tetangga dekatnya Kamboja. Ciri topi runcingnya tak pernah ketinggalan. Bedanya, jika Kamboja tampil dengan musik betempo lambat dan gerak  lemah lembut, penari-penari Thailand  bergerak lebih gesit diiringi musik yang lebih cepat. Mungkin ini terkait  dengan lakon The Big War: Rama vs Ravana yang ditampilkan di atas panggung.

Atraksi perkelahian antara Rama dan Rahwana merupakan tampilan paling menarik dari tim kesenian Thailand. Adegan yang dilakukan  kedua pemain memerlukan ketrampilan dan keseimbangan serta kosentrasi yang tinggi. Kalau tidak, kedua pemain yang sedang perang tanding  bisa jatuh terguling.

1380297483908583744

Jujur saja, penampilan 8 negara sahabat ini -terutama karena faktor bahasa-  sedikit sukar dicerna. Untungnya menjelang penampilan, MC selalu membacakan sinopsis singkat. Bisa jadi,  karena pergelaran ini gratis serta keingin tahuan yang lebih dan penasaran yang tinggi,  membuat penonton selama tiga hari setia  datang ke Amphiteater Taman Candra Wilwatikta Pandaan. Dan di saat pergelaran penonton yang jumlahnya ribuan tetap anteng duduk di tempat masing-masing. Mereka begitu menikmati sajian yang tergelar di panggung terbuka. Ini patut diapresiasi, baik penampil maupun penontonnya.

13802975061089822787

Kepandung Dewi Sinta

Di hari ketiga festival , tak mau kalah dengan STKW yang tampil spektakuler dengan lakon Surya Majapahit, Gayatri Rajapatni di hari pertama , ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar, Bali tampil memukau. Mereka menampilkan sendratari bertajuk  Kepandung Dewi Sinta (Penculikan Dewi Sinta).  Karena home base-nya  Denpasar, tentu saja  cerita Ramayana yang ditampilkan sangat bernuansa Bali. Gerak tari mula-mula lemah gemulai bertempo  lambat, tiba-tiba berubah  jadi cepat meliuk-liuk. Kostum  yang digunakan dominan warna merah dan kuning emas  menyala. Musiknya rancak dan cepat! Khas Bali. Mampu mengusir dingin dan nggak bikin ngantuk walaupun tampil di akhir pergelaran.

13802975361718388559

Gayatri dan Tribuwana Tunggadewi

13802975582126986645

Kapal menjelajah mewujudkan Sumpah Palapa

1380297577773183731

Surya Majapahit

 

Berbeda dengan  negara lain yang hanya menampilkan satu episode cerita Ramayana,   ISI Denpasar tampil dalam urutan episode cerita Ramayana yang komplet.  Adegan Ramayana versi Bali ini sangat mudah dicerna. Dimulai dari perburuan Kijang Emas, Penculikan Sinta, perang antara Jatayu dan Rahwana, diakhiri perang antara Rahwana  melawan Rama yang dibantu Anoman.  Penonton begitu terhibur karena mampu menangkap alur dan skenario  cerita yang ditampilkan di panggung terbuka. Walhasil, tepukan riuh pun menggema tatkala ISI mengakhiri penampilannya.

1380297645582680147

Rahwana versi Bali

 

13802976661023612520

Anoman duta mencari Dewi Sinta

13802976911854649280

Rama Vs Rahwana

 

Mudah-mudahan, setelah Ampitheater Taman Candra Wilwatikta direvitalisasi dan Festival Majapahit ‘rasa” Ramayana digelar, maka geliat kesenian khususnya seni tari di Jawa Timur makin bergairah. Semoga kantong-kantong kesenian di seluruh penjuru Jawa Timur (khususnya)  diberi kesempatan untuk tampil di tempat ini. Sehingga ke depan generasi muda akan makin lekat dengan keluhuran sejarah dan budaya serta  jati dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: