“Tour de Java”, Jajal Ketangguhan Avanza

13863183331092502052

Pagi ini, start dari SaranganTour de Java” akan kami lanjutkan. Sekalian  menjajal performa si Avi: Toyota Avanza Silver Metalik Type Gmelewati medan yang menantang. Rencana awal menuju Tawangmangu – Solo lalu Pacitan. Tapi tadi malam dirubah.  Dari Tawangmangu – Solo langsung Magelang –  Secang dan bermalam di Temanggung. Paginya meluncur ke Dieng. Siangnya turun dari Dieng menuju Wonosobo – Jogja – Solo-  Pacitan.

Puncak Pass

Setelah semalaman diterpa udara dingin Lereng Gunung Lawu  dan basah oleh embun, maka body mulus si Avi, mobil sejuta umat  kesayangan ini perlu dikeringkan. Termasuk check dan re-check sebelum berkendara selalu saya lakukan. Kondisi rem, tekanan ban, termasuk mur baut, barangkali ada yang longgar.  Mesin pun dinyalakan. Bunyinya halus, khas mesin Avanza. Begitu semua property sudah rapi ke bagasi, termasuk nasi hangat dalam magic com buatan subuh tadi, maka kami berenam meluncur pelan. AC dimatikan karena udara Lereng Gunung Lawu sangat segar.

1386318359857510216

Kami memilih lewat jalan baru. Penghubung antara Sarangan Magetan (Jawa Timur) dengan Tawangmangu (Jawa Tengah). Jalannya sangat bagus. Lebar dan mulus. Tikungan tajam dan parabolik serta tanjakan begitu mudah dilahap oleh Avanza. Mesinnya Bandel. Kemudi enteng diputar karena sudah dilengkapi EPS.  Mudah berbelok dan gampang kembali ke posisi semula saat dilepas.

13863184081751709537

13863184451677897681

Sumber: Kabut pergi pemandangan pun asri..

Sungguh, melewati kawasan ini  di pagi hari sensasinya luar biasa. Mata tidak lelah karena hijaunya pohon-pohon basah yang berdiri kokoh di kanan kiri. Kabut yang mula-mula berarak sepanjang lereng bukit, tiba-tiba tanpa permisi  menghadang di tengah jalan. Tentu saja kabut tidak masalah. Sorot lampu depan dan lampu kabut mobil buatan Toyota Astra ini sangat tajam.  Tak lama, seiring naiknya mentari, kabut pun pergi.  Maka, di depan terhampar wajah asli Gunung Lawu yang asri.

Sejenak kami mampir di kawasan Cemoro Lawang dan Puncak Pass di Cemoro Kandang. Tingginya 1830 meter dari permukaan laut. Hawanya dingin, tentu saja. Tapi kopi panas, teh panas… plus jagung bakar siap dihidangkan.

1386318472353742442

1386318505965437830

Sumber: Menuju Tawangmangu perlu rem yang handal

Grojokan Sewu – Keraton Solo

Turun dari Puncak Pass, kami menuju Tawangmangu. Jalanan turun tajam lurus. Sesekali berbelok. Tak perlu kuatir, sistem pengereman Avanza sangat handal. Selain rem cakram masih dibantu machinebrake dengan mengatur putaran gear box melalui transmisi manual. Akhirnya, tak sampai sejam tiba di lokasi Air Terjun Grojokan Sewu. Perlu turun meniti lebih 600 anak tangga untuk sampai di air terjun. Ketemu monyet-monyet liar yang “jinak”. Air Terjun Grojokan Sewu jatuh berjuntai-juntai sangat menawan.

1386318543714917296

Sekembali dari olahraga jalan sehat dari Air Terjun Grojokan Sewu, kami bergegas meluncur menuju Karanganyar, Jalur yang landai dan lurus apalagi sepi mempercepat perjalanan. Sesekali perlu menyalip truk dan bus serta mobil pribadi yang lambat. Kegesitan Avanza dalam over taking kembali teruji. Tapi keluar Karanganyar dan memasuki sebuah pertigaan tiba-tiba jalur padat. Kendaraan dari Karanganyar dan Sragen tumplek blek di jalur ini. Mau tidak mau ikut melambat. Terlalu riskan untuk menyalip. Kecuali jalur kosong. Polusi meningkat. Kaca pun segera ditutup. AC doubel blower dihidupkan. Untuk mengusir kesenyapan di kabin, karena insulator peredam suara mesin Avanza sangat baik, maka panel musik di dashboard ditekan. Suara Sharon del Adel, vokalis Within Temptation (kelompok music Gothic Rock Belanda) pun mengalunjernih melalui speaker dan tweeter yang terpasang di bagian dalam pintu. Penumpang pun makin nyaman kantuk-kantuk ayam di belakang.

Di keramaian Solo, Si Avi melaju dengan enjoy. Akselerasinya agresif saat lepas dari lampu merah. Saat jalur kosong,  mobil dipacu dengan kecepatan tinggi. Tetap stabil, tidak goyang apalagi limbung. Tak heran, banyak pengguna Avanza begitu puas dengan performanya. Apalagi dengan kapasitas mesin hanya 1300 cc, konfigurasi empat silinder, 16 V, DOHC VVT-i, Toyota Avanza Type G ini benar-benar sangat irit. Cocok buat kami yang touring model backpackeran. Nasi menanak sendiri. Kalau tidak terpaksa tidak beli. Tidur di mobil. Bila perlu saja cari homestay yang murah.

Siang itu, waktu kami habiskan dengan mengunjungi Keraton Solo. Parkir di Alun-alun Lor. Masuk Keraton lewat  Kori Kamendungan. Menatap sejenak kemegahan Sangga Buana. Di keraton tersajikan warisan budaya serta perpaduan arsitektur Jawa-Eropa yang eksotis.

138631857613294810

Sumber: Kori Kamendungan dan Sangga Buana di Keraton Solo

1386318599372667320

Sumber: Perpaduan Arsitektur Jawa Eropa nan Eksotis

Avanza Takhlukan Dieng

Sesudah Magrib, kami segera memacu si Avi menuju Boyolali, naik gunung arah Silo dan turun di Mungkid, Magelang. Diteruskan menuju Secang. Tiba di Temanggung pukul 9 malam. Waktunya istirahat. Cari POM Bensin yang lapang. Setelah menuntaskan makan malam, masing-masing personil mengatur jok-nya. Cukup geser ke depan atau belakang. Tak perlu waktu lama semua pun terlelap. Mimpi! Termasuk si Avi yang hari itu digeber sepanjang 250 kilometer hanya butuh duit 100 ribu. Sangat Irit!

Malam berlalu. Temanggung dini hari diguyur hujan. Lumayan sedikit membasuh body si Avi yang mulai kotor. Untunglah saya pilih warna silver, sehingga tidak begitu kentara kalau 3 hari belum mandi. Yang penting bodynya kenceng dan mulus. Padahal, seminggu lalu baru pulang dari bengkel akibat diseruduk pengendara motor yang ngawur tanpa haluan. Akibatnya, bumper belakang dan pintu bagasi penyok. Untung ada asuransi.Cukup bayar 200 ribu di Garda Otto, maka bengkel rekanan pun mengembalikan body penyok si Avi sehat seperti semula.

13863189361242274070

Tepat pukul 06.00 Avanza bergerak. Hujan masih turun. Rintik-rintik. Kami meluncur di jalur Temanggung  menuju Wonosobo. Sengaja memotong jalur tidak lewat kota. Menyusuri jalan basah dan sepi. Ada satu dua bus besar lewat. Akhirnya tiba di Ngadirojo menuju Parakan -Kertek- Wonosobo.  Belum sampai Parakan, setelah Candi Pring Apus, ada petunjuk tulisan kecil di kiri jalan “Menuju Dieng”.   Maka kemudi langsung putar kiri. Ternyata lewat Jumprit. Jalannya sempit dan menanjak. Ragu-ragu juga sebenarnya. Apa ini benar jalannya? Alhamdulillah, ketika bertanya pada penduduk, ternyata on the track. Kamiberada di jalur alternatif menuju Dieng!

13863186341161187400

Sumber: Jalan Pintas menuju Dieng,, perlu kendaraan yang tangguh

13863186601737022770

Kendaraan terus melaju. Tak bisa cepat. Rutenya meliuk-liuk di pinggang Gunung Sindoro. Melewati kebun kol dan hutan Pinus. Jalan agak rusak. Sana sini banyak lubang. Untungnya suspensi Avanza sangat nyaman. Tidak anjrut-anjrutan saat jalan bergelombang atau terjebak kubangan.Tapi kayaknya jalan siap diperbaiki. Di bahu jalan bertumpuk batu kali. Persediaan pembuatan pondasi jalan untuk pelebaran. Sempat terhadang batu sebesar mobil Carry yang konon jatuh tadi malam.

Selepas perkebunan Teh TAMBI, kanan kiri, sepanjang mata memandang tampak hijau… segar!. Cocok untuk Wisata Agro. Setelah melewati kebun teh, jalan mulai menurun, melewati pemukiman padat. Kalau tidak salah Desa Sigedang. Suasananya khas pedesaan. Berbondong-bondong pekerja menuju ladang dan perkebunan. Dandanannya khas. Topi lebar. Sepatu boot hitam. Baju lengan panjang. Berkalung Sarung. Mirip petani di Tengger – Gunung Bromo.

1386318705314744153

Sumber: Parkir di candi Arjuna

13863187362031798616

Sumber: Kompleks Candi Arjuna

Tak sampai sejam dari Temanggung, akhirnya tiba di pertigaan jalan dari arah Wonosobo. Jalan mulus. Langsung tancap gas menuju negeri para dewa. Kegesitan dan kebandelan menakhlukan tanjakan dan tikungan Avanza kembali teruji.  Pukul 07.15. sampai di pertigaan Dieng Kulon. Maka pagi sampai siang, kami susuri kemolekan Dieng. Dari Kompleks Candi Arjuna, Telaga Warna, Dieng Plateau Theather, Kawah Sikidang sampai sumber air utama Kali Serayu yakni Tuk Bimo Lukar. Ah, momen yang indah bersama Avanza di negeri Kahyangan.

13863187661373305258

Sumber: Ke Telaga Warna yang Bening

1386318784767891828

Sumber: Kawah Sikidang, Dieng (dok pribadi)

1386318807954778116

Sumber: Tuk Bimo Lukar

13863195771594984968

Sumber: Rute Perjalanan (id.wikipedia.org)

Menuju Pacitan

Tengah hari, Si Avi kembali meluncur menyusuri jalan mulus menuju Wonosobo – Kertek – Borobudur. Di Pasar Tempel belok kiri, menghindari kemacetan di Jogjakarta. Tiba di Prambanan. Istirahat sejenak dan isi bensin. Lalu meluncur menuju Solo – Wonogiri – Baturetno. Akhirnya tiba di Pacitan jelang malam. Paginya, tak kami lewatkan untuk menyusuri negeri seribu Goa ini. Termasuk ke pantai-pantainya yang elok. Tengah hari, Avanza dipacu menuju Ponorogo, meluncur ke Magetan dan kembali ke Pasuruan. Tour De Java yang sangat mengesankan bersama Avanza. Selama perjalanan, Si Avi benar-benar menunjukkan performa yang maksimal. Gesit, lincah, akselerasinya cepat di jalan-jalan lurus. Mesinnya bandel saat melahap tanjakan dan tikungan. Kalau ingin mengenal lebih dekat Avanza, kunjungi Toyota Astra….Salam

13863188381509435169

13863188962027806268

Sumber: Tidur nyaman di kabin Avanza

1386318875407530871

Sumber: Pacitan – Ponorogo

13863189691100237809

Sumber: Keelokan Pantai Pacitan di pagi hari

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: