Berkah Ramadhan

13749659991764652548

Ramadhan hari kedua yang terik.  Sepulang dari  sholat Dhuhur di mushola sebelah rumah,  Pak Gito  tidak menjumpai Andri anak lelakinya. Hanya ada Tini, putrinya sedang menemani Lastri istrinya yang sedang berbaring sakit di kamar. Di rumah kontrakan tak terlalu luas ini Gito tinggal dengan keluarga kecilnya. Tak ada TV dan perabotan di ruang tamu. Hanya selembar karpet lusuh tergelar di lantai. Hanya ada satu kamar sempit  berpintu tirai.  Untuk memasak istrinya memanfaatkan teras belakang rumah. Untuk mandi dan cuci,  keluarga ini pun harus rela ke sungai kecil agak jauh di belakang rumah. .Di bawah rindang Trembesi di pinggir sungai inilah, keluarga kecil ini sering menghabiskan waktunya. Dengan memecah batu kali dan cari pasir, Pak Gito menghidupi keluarganya.

”Bagaimana hari pertamamu di sekolah tadi, Andri ?” Pak Gito menyapa putranya yang sedang duduk termenung di pinggir sungai. Mata anak kelas XI SMA, berambut ikal  itu  tak lepas dari aliran air bening yang melewati sela-sela batu  kali.

”Saya tidak dapat kelas Pak! Belum Daftar Ulang!,” sahut Andri singkat. Pak Gito melihat mata anaknya berkaca-kaca. Dia melihat di sudut mata itu ada butir air yang ditahan agar tak jatuh. Pak Gito hanya bisa mendesah dan duduk di batu kali di samping Andri.

Pak Gito jadi teringat edaran dari sekolah saat penerimaan raport  kenaikan kelas 2 minggu lalu. Siswa yang naik kelas harus Daftar Ulang. Bayar biaya kegiatan tahunan sekolah yng besarnya hampir 500 ribu. Selama ini dia bersyukur karena hanya membayar SPP separuh karena mendapat keringanan. Dan sudah hampir dua minggu ini dia berupaya keras mengumpulkan uang untuk Daftar Ulang. Tidak mungkin dia minta keringanan lagi ke sekolah untuk Andri.

Sementara hasil memecah batu dan mengumpulkan pasir serta lembur mengumpulkan plastik saat malam dan menjelang  subuh  hanya bisa membayar separuh dari kebutuhan putrinya yang baru masuk SMP. Pak Gito  merasakan, begitu berat bebannya karena dalam dua minggu harus menyiapkan biaya Seragam, Buku dan Sumbangan Bangunan  di SMP Negeri tempat putrinya sekolah sebesar 1,5. juta.

”Besok Andri tidak sekolah saja Pak. Andri malu!”  kata Andri sambil tangannya mengambil ranting kecil dan mengaduk-adukannya di pinggir sungai.

”Tidak usah malu Andri. Ini bulan Ramadhan, kita harus lebih banyak bersabar. Nanti setelah Shalat Tarawih, Bapak akan ke rumah Pak Ali minta bantuan agar kamu besok dapat kelas.”

Andri teringat sekolahnya. Walau sekolah swasta kecil, tapi sudah demikian banyak membantunya. SPP hanya bayar separuh. Tas sekolahnya  yang lusuh dan  robek pun diganti oleh Pak  Ali, wali kelasnya. Bahkan Pak Ali sering mengirim kebutuhan pokok ke rumahnya walaupun tidak sering. Dari cerita bapaknya Andri tahu kalau Pak Ali adalah teman Pak Gito saat di SMA duapuluh tahun yang lalu.

Matahari semakin condong ke Barat. Di tepi sungai kecil itu, bapak dan anak masih berbincang. Mereka tak sadar ada seseorang datang menghampiri pondok kecil tempat mereka memecah batu.

”Assalammu’alaikum”

”Waalaikumsalam,” Pak Gito dan Andri menjawab hampir bersamaan. Keduanya kaget karena Pak Ali sudah berdiri di samping mereka.

”Ini ada surat dari sekolah untuk Andri,” Pak Ali menyerahkan sebuah amplop putih tertutup pada Pak Gito  sambil  duduk di tumpukan batu-batu.

”Alhamdulillah,” seru  Pak Gito singkat sambil melipat kertas ditangan yang baru dibacanya. Andri terbengong karena tak tahu apa yang baru dibaca bapaknya.

”Ya, mulai saat ini Andri jadi Anak Asuh di sekolah bersama 5 temannya yang lain. Semua biaya pendidikan, termasuk buku, ujian, digratiskan. Sampai Andri lulus! Itu hasil rapat tadi.” Pak Ali menegaskan sambil mengusap rambut muridnya yang lumayan cerdas itu.

”Alhamdulillah” seru Andri lirih.  Air mata yang tertahan pun akhirnya menetes saat dia sujud syukur di depan bapak dan gurunya. Bulan Ramadhan benar-benar membawa berkah bagi dia dan keluarganya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: