Gurihnya Ikan Bakar, Khas Kedungboto Beji Pasuruan

 

1373640360320060521

Jika Anda dalam perjalanan dari Surabaya ke Pasuruan dan kota lain di Timur, pasti lewat Bangil. Nah, di Bangil ada kuliner khas, Nasi Punel.  Tak mau kalah dengan Bangil, Beji yang nota bene adalah kecamatan di Barat Bangil ,  juga punya sajian kuliner yang tidak kalah istimewa berupa Ikan Bakar/ Ikan Panggang

Lokasi penjual Ikan Bakar ini ada di Dusun Gedang Kluthuk, Desa Kedungboto, Kecamatan Beji.  Lokasinya tidak jauh dari Stasiun Bangil.  Tinggal mengikuti jalan ke utara di Stasiun Bangil. Kira-kira 2 km, akan sampai perempatan  Glanggang. Ambil arah ke kiri  menuju Kedungboto, melewati MAN Bangil.  Tidak sampai 10 menit perjalanan akan sampai di sebuah jalan  raya yang membelah  persawahan. Nah, di pinggir jalan inilah banyak penjual Ikan Bakar gurih, khas Kedungboto.

Gurami, Patin, Bandeng  dan Mujair

Kios-kios/ warung penjual Ikan Bakar dibangun dari bahan sederhana. Berderet dari Timur ke Barat. Kebanyakan dari gedhek/ anyaman bambu.  Para penjual adalah  adalah penduduk setempat yang mencoba peruntungan dengan menjual Ikan Bakar. Empat tahun lalu jumlah penjual Ikan Bakar tidak banyak seperti sekarang. Seiring makin dikenalnya  Ikan Bakar Kedungboto, maka di sana sekarang ada 18 penjual Ikan Bakar.

Ikan yang dijual di Kedungboto adalah Ikan Air Tawar. Ada Gurami, Patin, Bandeng dan Mujair. Semuanya segar. Terutama Gurami dan Patin yang bisa dipilih dari Aquarium. Harga perkilonya bervariasi. Gurami 27 ribu, Patin 18 ribu,  Bandeng 28 ribu dan Mujair lebih murah lagi. Itu adalah harga ikan  mentah dan sudah dibersihkan. Kalau matang dan tinggal makan, harga Gurami 32 ribu rupiah dan Patin 22 ribu rupiah, tiap kilogram.

13736404812041257971

1373640405212772497

Mujair segar siap dibakar (dok pribadi)

13736404361836365088

Ikan segar sedang dibersihkan. Terima bersih, mentah atau matang (dok pribadi)

Ikan-ikan itu didatangkan dari daerah Lingkar Timur Sidoarjo. Pak Alex, salah seorang penjual Ikan bakar yang warungnya  lumayan ramai mengaku dalam sehari bisa menghabiskan rata-rata 20-30 kg Patin.  Biasanya para langganan tinggal telepon, kalau sudah matang tinggal ambil atau diantar ke alamat pemesan.

Gurih dan Legit

Proses pembakaran Ikan di Kedungboto tidak rumit. Setelah dibuang jeroan dan di cuci bersih ikan dijepit dengan pemanggang. Lalu diletakkan di atas bara dari pembakaran  pecahan kulit kelapa. Dibolak-balik sampai setengah matang. Baru kemudian dilumuri  bumbu menggunakan kuas. Bumbunya adalah campuran kecap, madu dan bawang putih.  Selanjutnya dipanggang lagi sampai matang.  Rasanya, boleh dibilang istimewa: Gurih dan Legit. Harganya, relatif murah.

13736405341506944312

1373640551548949447

Pak Alex sedang beraksi (dok pribadi)

13736405691481372443

Patin di atas bara, menggugah selera cocok untuk buka puasa (dok pribadi)

 

Sayangnya, di warung-warung yang berderet-deret ini  ini tidak tersedia nasi atau minuman. Jadi setelah ikan-ikan itu matang ya dibungkus lalu  dibawa pulang. Dimakan beramai-ramai dengan keluarga di rumah ditemani sambel sesuai selera. Pasti mak nyusss.

Dari segi harga dan rasa, Ikan Bakar/ Ikan Panggang Kedungboto ini tak kalah dengan Ikan Bakar di Sidoarjo atau Gresik. Mungkin hanya kalah kemasan saja. Mungkin ke depan ada uluran tangan pihat terkait untuk membina mereka sehingga selain harga murah dan rasa yang enak, Ikan Bakar ini bisa dikemas dengan packing yang cantik.  Gampang dibawa pulang dan cocok untuk oleh-oleh atau dibawa pulang ke luar kota. Nah, kalau Anda lewat Bangil, jangan lupa ke Ikan Bakar Kedungboto.  Cocok, untuk lauk berbuka puasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: