Menelusuri Eksotisnya Patirtaan dan Prasasti Yang Terabaikan

1368361440392566802

Candi Belahan atau Candi Sumber Tetek (dok pribadi)

 

Sudah lazim, setiap daerah (kota atau kabupaten bahkan propinsi) saat ini, tiap tahun selalu memperingati hari jadinya.  Jadi yang ulang tahun, bukan hanya makhluk berjuluk manusia saja. Tapi sebuah kota juga punya hari lahir. Untuk itu perlu ada penelitian untuk menentukan kapan sebuah kota/ kabupaten itu ada.  Tentu saja untuk itu perlu ada Tim yang melibatkan ahli sejarah, arkeolog, budayawan, tokoh agama dan seterusnya.  Keberadaan Tim ini tidak lain untuk mencari Tetenger, yang diyakini sebagai cikal bakal adanya suatu sistem pemerintahan paling awal di daerah tersebut.

Prasasti Cunggrang

Tak terkecuali dengan Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan penelusuran para pakar, diambil kesepakatan bahwa usia Kabupaten Pasuruan saat inia adalah 1084 Tahun. Artinya, diyakini di Kabupaten Pasuruan sudah ada suatu tatanan masyarakat dan sistem pemerintahan yang teratur  sejak tahun 929 M.  Untuk itu tiap tanggal 18 september, diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Pasuruan.

Sebagai Tetenger adanya tatanan masyarakat dan sistem pemerintahan yang merupakan cikal bakal masyarakat Kabupaten Pasuruan itu adalah berupa sebuah prasasti batu yang dikenal sebagai Prasasti Cunggrang (A). Ada yang menyebut prasasti ini sebagai Prasasti Sukci. Karena secara in situ, prasasti ini ada di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol,  Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di Lereng Timur Gunung Penanggunggan yang nama kunonya Pawitra.

13683615231467292507

Prasasti Cunggrang (A) tampak depan (dok pribadi)

 

1368361488884033834

Prasasti Cunggrang (A) tampak belakang (dok pribadi)

Prasasti batu di Dusun Sukci disebut Prasasti Cunggrang (A) karena ada kembaran dari prasasti ini yang dibuat dari lempengan tembaga sebanyak 7 buah. Tujuh buah tamra ini disimpan di Biara Karmel  Kayu Tangan Malang dan disebut sebagai Prasasti Cunggrang (B).

Kondisi Prasasti Cunggrang (A) sangat memprihatinkan. Tulisan Jawa Kuno yang terpahat di sana sudah sangat aus. Bahkan tidak terbaca. Untungnya ada Prasasti Cunggrang (B) yang oleh para ahli disimpulkan sebagai tinggalan dari keturunan Mpu Sindok, sesaat setelah memindahkan kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

1368361544741512201

Secara umum, Prasasti Cunggrang berisikan silsilah dari   Mpu Sindok. Lebih lanjut disebutkan adanya perintah untuk memperbaiki dan merawat pancuran  yang ada di Lereng Pawitra.  Jika dihubungkan dengan kondisi saat ini, Dusun Sukci hanya 2 Km di Utara Candi Belahan atau Candi Sumber Tetek. Bisa jadi yang dimaksud pancuran di Pawitra itu adalah Candi Belahan yang wujudnya berupa Patirtaan.

Candi Sumber Tetek

Candi Belahan disebut Candi Sumber Tetek karena dari salah satu payudara  arca-nya mengeluarkan pancuran air. Candi Belahan, yang menghadap ke Timur  dengan bagian belakang Lereng Gunung Penanggungan ini sangat eksotis.  Candinya terbuat dari bata merah. Ada dua arca di relung utara dan selatan. Arca di relung Utara dikenal sebagai Dewi Sri, yang mengeluarkan pancuran air dari payudaranya. Sedangkan arca di sebelah Selatan dikenal sebagai Dewi Laksmi.

13683615711035994206

Lokasi Candi Belahan di Desa Wonosunyo, Gempol (dok pribadi)

13683616071375197282

2 Arca dengan relief di dinding selatan (dok pribadi0

 

Di bagian tengah Candi, terdapat bekas singhasana untuk meletakkan arca. Sayangnya, sampai saat ini arca yang dimaksud belum ditemukan. Ada yang berpendapat, Arca Garudamukha di Museum Trowulan Mojokerto dengan nomor inventaris 405  adalah arca dari  Belahan. Tapi setelah dibandingkan antara tempat (singhasana di Candi Belahan) dengan Arca Garudamukha itu ternyata tidak cocok. Arca Garudamukha di museum yang menggambarkan Airlangga sedang naik Garuda terlalu besar jika diletakkan di relung tengah (singhasana) Candi  Belahan.

136836175276059002

Batu relief Angka Tahun (dok pribadi)

 

Selain terdapat 2 arca, di dinding Selatan Candi Belahan juga terdapat relief. Sayangnya, sampai saat ini relief tersebut masih belum terbaca. Di samping itu, di pelataran candi juga ditemukan fragmen candi dan beberapa artefak berupa Lingga dan batu berelief. Ada yang menyatakan batu berelief itu merupakan sebuah Angka Tahun yang ada hubungannya dengan pembuatan candi.

1368361635944398916

Arca Dewi Sri (dok pribadi)

13683616551126777519

Arca Dewi Laksmi (dok pribadi)

 

Sampai saat ini, Candi Belahan dipercaya sebagai makam Airlangga yang disebut Tirtha. Beraryi dari akhir abad ke-10. Namun, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa Candi Belahan adalah tinggalan masa Makapahit. Ini bisa dilihat dari lekuk liku ciri arca dan bahan pembuatan candi yang dibuat dari bata merah. Ini artinya Candi Belahan berasal dari abad ke-14.

Secara umum, kondisi Candi Belahan  cukup bersih dan terawat. Hanya kondisi alam yang harus diperhatikan karena bisa saja  hujan dan panas akan menggerus  candi yang beberapa bagiannya  sudah runtuh. Begitu pula  arca-arcanya, bisa  jadi makin aus.

1368361732713440524

Sudut lain lokasi Candi Belahan (dok pribadi)

 

Mudah-mudahan ke depan, ada uluran tangan untuk mengkaji lebih lanjut tentang keberadaan Candi Belahan. Bila perlu ada restorasi berdasarkan kaidah-kaidah arkeologis. Harapannya,  Patirtaan ini kembali molek dan eksotis.

Rute

Tidak terlalu sulit untuk mengunjungi lokasi ini Prasasti Suksi dan Candi Belahan. Dari pertigaan Pelem (sebelah selatan Gempol dan sebelum Pandaan), masuk ke arah Barat menuju ke Desa Jeruk Purut. Kira-kira 2 kilometer, kalau belok ke utara mengarah ke Dusun Sukci, Desa Bulusari tempat Prasasti Cunggrang. Jika ingin ke Candi Belahan, di pertigaan Desa Jeruk Purut belok ke arah selatan. Susuri jalan kira-kira 2 kilometer akan sampai di lokasi Candi Belahan. Tepatnya di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

Saat ini,  kolam dan pancuran Candi Belahan digunakan penduduk untuk mandi dan mencari air. Tentu sangat menyegarkan bila mandi di siang hari yang panas  mandi dari  pancuran Dewi Sri yang konon bisa membuat awet muda. Mau mencoba?!

136836178377148834

Cocok untuk mandi (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: