Mengenang dan Meneladani Perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman (Di Museum Brawijaya Malang)

13699094581753336153

 

Soedirman, dikenal sebagai sosok pejuang tangguh yang berhasil mengorganisir batalyon PETA menjadi sebuah resimen di Banyumas. Saat mulai terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Soedirman dipercaya sebagai Panglima Divisi V/ Banyumas dengan pangkat Kolonel.. Setelah konferensi TKR 12 November 1945, Soedirman terpilih sebagai Panglima Besar (Pangsar) TKR/  Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Disaat itulah Pangsar Soedirman dengan pasukannya menunjukkan baktinya dengan memukul mundur Inggris dari Ambarawa dalam pertempuran 5 hari yang dikenal sebagai  Palagan Ambarawa.

 

1369909877230288677

 

13699096151869498582

 

Nampaknya, Belanda tidak rela dengan Proklamasi Kemerdekaan yang sudah dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta. Maka, 21 Juli 1947 Belanda melancarkan Agresi Militer Pertama. Pangsar Soedirman tak tinggal diam. Berkumandanglah kata sandi ”IBU PERTIWI MEMANGGIL. SIAP MAJU JALAN”. Ini merupakan perintah langsung dari Pangsar Soedirman untuk membalas serangan Belanda. Pangsar Soedirman berpesan pada seluruh angkatan perang dan laskar-laskar dengan kalimat: ”Kemerdekaan yang telah dimiliki dan dipertahankan jangan sekali-kali dilepaskan dan diserahkan kepada siapapun yang  menjajah dan menindas kita”, membuat seluruh pasukan pejuang tak gentar menghadapi lawan. Karena perlawanan yang sengit dari pihak pejuang Indonesia, maka Belanda mengajukan gencatan senjata. Hasilnya, cukup pahit bagi para pejuang. Mereka hasrus meninggalkan markas-markas yang telah dikuasai dan harus hijrah menuju daerah yang disebut sebagai daerah ”RI”

 

Untuk meneguhkan dan menenangkan pasukan, Pangsar Soedirman berpesan saat memerikas pasukan di Borobudur dengan mengatakan bahwa Percaya dan Yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas timbunan reruntuhan ribuan jiwa harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dihapuskan oleh manusia siapapun juga……

 

13699095631707305637

 

13699095061575630199

 

Lalu untuk menyesuaikan dengan struktur ketentaraan maka, pada tanggal  27 Februari 1948, berdasarkan Penetapan Presiden No. 9/1948,  Jenderal Soedirman ditunjuk sebagai Panglima Besar Angkatan Perang Mobil dengan wakilnya Mayjen A.H. Nasution.

 

 

Perang Gerilya

 

Dua belas hari setelah memadamkan pemberontakan Madiun, Pangsar Soedirman akhirnya bisa membuktikan bahwa Belanda memang tidak dapat sepenuhnya dipercaya seperti yang selama ini beliau katakan pada pemerintah. Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan serangannya ke Ibukota Republik di  Jogyakarta dan daerah-daerah RI lainnya. Pasukan parasut mula-mula menduduki Lapangan Terbang Maguwo,  kemudian bergerak menuju Ibukota. Jogjakarta

 

Mendengar berita ini, walaupun sakit sehabis operasi paru-paru akibat TBC, Pangsar Soedirman  berangkat ke Istana menghadap Presiden. Pangsar mengajak Presiden untuk melakukan perjuangan militer di luar kota dengan membentuk front-front perlawanan. Tapi jawaban presiden di luar dugaan. Presiden meminta Pangsar kembali ke rumah. Artinya semua pejabat pemerintah termasuk pimpinan angkatan perang tetap tinggal di kota. Pangsar Soedirman menjawab tidak mau di dalam kota. Beliau ingin dekat dengan anak buahnya. Karena tempat terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. ”Saya memutuskan untuk meneruskan gerilya dengan sekuat tenaga seluruh prajurit”, tegas Pangsar Soedirman pada Presiden.

 

13699100871516755524

 

Itulah Pangsar Soedirman. Mati sebagai prajurit merupakan sebuah kehormatan. Maka Jogjakarta pun ditinggalkan.Beberapa perhiasan istrinya dijual untuk bekal perjuangan. Dengan pasukannya beliau mulai menelusuri jalan-jalan tikus menuju Bantul, Wonosari, Pracimantoro, Wonogiri, Ponorogo dan Trenggalek Perjalanan dengan jalan kaki itu harus melalui medan yang berat. Naik gunung turun gunung.  Masuk hutan keluar hutan. Berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Ini bukanlah perjalanan yang ringan. Apalagi Pangsar Soedirman sakit keras. Obat sangat sulit diperoleh. Tak jarang pasukan terpaksa tidak makan apapun selama beberapa hari. Belum lagi pasukan Belanda yang selalu berusaha menangkapnya. Seringkali terjadi kontak senjata. Bahkan, pernah di suatu tempat diserang dan dibom Belanda, padahal kira-kira setengah jam sebelumnya Jenderal Soedirman masih tinggal di sana.

 

13699096432014557018

 

 

13699096591194318718

 

 

Semula direncanakan dari Trenggalek, Pangsar mendirikan markas di Kediri. Tapi oleh Komandan Militer Jawa Timur dikatakan daerha tersebut tidak aman.  Pangsar pun memutari Gunung Wilis, kembali menuju Jawa Tengah. Di daerah Sedayu, Pangsar hampir tertangkap pasukan Belanda yang sudah mengepung.  Alhamdulilah, hujan yang turun dengan lebat mampu mengecoh Belanda sehingga Pangsar dan pasukannya selamat.

 

1369909737420968093

 

 

1369909997528235491

 

 

13699100292010283800

 

Dalam perang gerilya, Pangsar terus mengeluarkan perintah-perintah harian untuk seluruh rakyat dan angkatan perang. Apalagi saat itu Presiden dan Perdana Menteri sudah ditangkap Belanda. Akhirnya, dari markasnya di SOBO, Lereng  Lawu, Pangsar memerintahkan agar komandan-komandan wilayah mengadakan Serangan Umum di Jogjakarta untuk menunjukkan eksistensi Republik Indonesia walaupun pemimpin-pemimpin pemerintahan sudah ditangkap. Akibat Serangan Umum itulah dunia terhenyak. Ternyata Republik Indonesia masih aksis. Angkatan Perang yang dipimpin Pangsar Soediman masih mampu menunjukkan tajinya. Akhirnya, dunia pun menekan Belanda untuk melakukan perundingan.

 

13699098151032631324

 

Kembali Ke Jogja

 

Begitu Jogjakarta aman, Pangsar Soedirman pun dipanggil pulang oleh Presiden. Tetap dalam kondisi sakit keras dengan  ditandu beliau menuju Jogjakarta. Tanggal 10 Juli 1949, Pangsar dengan pasukannya tiba di Ibukota Yogyakarta Rakyat berjejer mengelu-elukannya di kiri-kanan jalan. Mereka ingin bertemu langsung dengan Pangsar yang memilih perang  gerilya walau sakit ketimbang  istirahat di tempat tidur.

 

Tapi, melihat kondisi Pangsar yang lusuh dan lemah, Rakyat maupun Prajurit yang selama bergerilya dengan beliau terkenal gagah berani, tak kuasa menahan air mata.  Banyak rakyat dan Prajurit yang menangis tersedu-sedu saat menyambut Pangsar Soedirman di Alun-alun Utara Yogyakarta.

 

Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa dari  Pangsar Soedirman dan pasukannya. Melintas hutan, sungai melewati tak kurang dari 75 kota besar dan kecil. Menempuh jarak sepanjang 1009 KILOMETER, yang kebanyakan dengan jalan kaki. Presiden dan Sultan Jogjakarta sangat  haru dan kagum atas perjuangan Pangsar Soedirman. Maka selepas penyambutan, kondisi Pangsar terus meburuk. Setelah diperiksa ternyata paru-paru yang tinggal satu juga terserang penyakit parah. Maka Pangsar harus istirahat total di Rumah Sakit.

 

Namun, karena kondisi Pangsar yang sudah terlanjur parah, maka kian hari kian bertambah buruk. Maka, Tanggal 29 Januari 1950, Jenderal Soedirman Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia wafat di Pesanggrahan Militer, Magelang. Jenazahnya dimakamkan esok harinya di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta.

 

13699099192130460378

 

1369909941938321761

 

1369910140277817637

Seperangkat alat rumah tangga yang pernah digunakan oleh pangsar Soedirman di Desa Bajulan Nganjuk, Jawa Timur

 

 

Demikian peristiwa heroik yang penulis rekam dari kunjungan di Museum Brawijaya Malang. Tak heran, jika di depan Museum ini ada Patung Setengah Badan, Pangsar Jenderal Soedirman, yang ditujukan untuk mengenang dan mengabadikan jasa-jasa Pangsar Soedirman  yang dalam keadaan sakit parah , tetap setia berjuang bersama anak buahnya dengan bergerilya. Tidak untuk mencari harta, kedudukan atau pangkat tapi untuk menegakkan Sang Merah Putih agar tetap berkibar di Bumi Pertiwi.

13699102661588829476

Halaman depan Museum Brawijaya (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: