Penambang Belerang Kawah Ijen Fasih Bahasa Perancis (1)

137352768341653797

Pagi berkabut di Gunung Ijen (dok pribadi)

 

Pukul 04.00 pagi , Kawah Ijen diguyur hujan. Angin bertiup sangat kencang.  Tenda pun bergoyang-goyang. Udara menjadi sangat dingin.  Di sekitar masih gelap gulita.  Tak tampak apapun kecuali yang tersorot oleh headlamp atau senter. Lima turis dari Ceko Republik yang tadi berangkat bersama dari Paltuding,  mengambil posisi duduk di ceruk di belakang tenda. Semuanya memakai jas hujan. Tak ada yang bisa dilakukan selain menunggu hujan reda. Sebut saja Pak No, “mantan” penambang belerang yang menjadi Guide turis Ceko  hanya bisa berdiri.  Saat ditawari kacang. Beliau menyerah. “Nggak punya gigi,” serunya sambil terkekeh.  Walau orang desa, Pak No termasuk luar biasa. Celoteh  Inggrisnya lumayan

Pukul 05.00, hujan mulai reda. Perlahan, mulai nampak bentang alam Kawah Ijen. Ada puncak gunung, pelataran, jalan setapak, dan garis-garis di muka bumi. Ternyata saya mendirikan tenda di tepi jalan menuju kawah. Tepat di bibir jurang menganga.

13735275191554389249

Penambang Menuruni Kawah Ijen (dok pribadi)

 

Lelaki Perkasa

Beberapa saat kemudian, satu demi satu,  penambang belerang mulai berdatangan. Penampilan mereka khas. Pakaian sederhana. Memakai penutup kepala sederhana. Memikul  empat keranjang kosong sekaligus. Kebanyakan dari mereka masih mengenakan jas hujan. Dengan tenang mereka menyusuri jalan setapak yang datar. Lalu menurun berliku  menuju tempat penambangan Belerang di Kawah Ijen.

Tak sampai satu jam mereka kembali dari kawah.  Berjalan perlahan. Menapak jalan sambil sesekali berhenti. Akhirnya sampai juga mereka di pelataran Kawah Ijen. Keranjang yang penuh dengan Belerang diletakkan di atas tonjolan batu. Mereka orang-orang yang ramah. Selalu membalas saat di sapa. Selalu menjawab saat ditanya.

1373527555667786583

Istirahat sejenak (dok pribadi)

13735275741668695562

Memikul Belerang melalui jalan setapak, sempit, di bibir jurang

Pagi itu saya sudah bisa mengambil kesimpulan. Penambang Belerang kawah Dieng adalah orang-orang yang kuat. Kuat, menahan nafas saat menggali belerang.  Lantaran harus berjibaku  melawan pekatnya asap Belerang yang keluar dari perut bumi.  Asap belerang menghembus keras lalu  bergumpal-gumpal, bergolak-golak di lubang Solfatar. Baunya sangat menyengat.  Orang biasa, dijamin batuk-batuk.   Mual bahkan muntah bila menghirupnya.

Fisik mereka juga sangat kuat.  Sekali angkut mampu memikul Belerang seberat 90 kilogram .  . Turun naik jurang. Melewati jalan setapak yang rusak di bibir  kawah.   Kemudian, memikul Belerang  menuju PALTUDING. Jauhnya 3 kilometer. Ditempuh antara 1,5-2 jam sekali jalan. Dua kali sehari para penambang memikul Belerang. Jika dari rumah berangkat sebelum fajar, maka menjelang petang akan sampai di rumah kembali.  Tak peduli hujan dan terik menyengat. Pekerjaan harus dituntaskan. Jika harga Belerang perkilo 600 rupiah. Sudah bisa dihitung penghasilan mereka seharian. Itulah perjuangan luar biasa penambang Belerang.

13735274901774721374

Fasih Bahasa Perancis

Saat turun  dari Kawah Ijen, di perjalanan lebih sering bertemu  penambang yang naik ke gunung. Uniknya, banyak penambang yang mengiringi wisatawan asing. Mungkin juga seperti Pak No, jadi guide lokal sembari naik menuju kawah kehidupan di Gunung Ijen. Bahasa Inggris mungkin sudah sangat familier di kalangan penambang. Tapi ada yang mencengangkan. Diantara penambang yang mengiringi para Turis ternyata ada yang fasih berbahasa Perancis. Luar biasa.

13735277581071874693

Pagi hari mengais rupiah di Gunung Ijen, (dok pribadi)

1373528018250734195

 

Ceritanya……seperti biasa, saat turun dari gunung, saya selalu Say Hello dengan   para wisman. Karena vocab-saya sangat terbatas, ya… hanya bisa mengucapkan “Selamat Pagi” atau “Dari mana mereka berasal“.  Nah, tatkala tiba di sebuah shelter, ada  serombongan turis lagi beristirahat disertai seorang penambang belerang. Saat saya tanya, ternyata mereka  berasal dari Perancis.  Saya pun terdiam. Tak disangka, penambang belerang yang dari tadi diam seribu basa, tiba-tiba menunjuk-nunjuk dedaunan sambil nerocos dalam Bahasa Perancis. Saya dan teman-teman hanya melongo… He he he, ternyata selain kuat, manusia di Kawah Ijen ini juga hebat. Fasih berbahasa Perancis. .

13735280411691657546

Turis Perancis semangat menuju Kawah Ijen diiringi sang Guide hebat (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: