Prihatin! Mesum di Situs dan Objek Wisata

1368279176742446010

Situs sejarah dengan pahatan-pahatan di batu andesit (dok pribadi)

 

Tiba di halaman parkir sebuah Situs Purbakala yang penuh sesak dengan motor mulanya sangat membanggakan.  Wow.. anak-anak muda sekarang sangat antusias ke objek wisata sejarah. Paling tidak mau tahu dan peduli dengan warisan budaya tinggalan leluhurnya. Tapi begitu masuk lokasi. Kok….jauh panggang dari api! Anak muda ternyata tidak memanfaatkan situs untuk belajar sejarah. Malah memanfaatkan tempat yang sunyi, sepi, tersembunyi untuk bercumbu ria. Waduh!

Pemandangan itu yang saya temui saat mengunjungi salah satu situs Goa Purbakala. Konon masih tinggalan jaman Majapahit.  Tempatnya di pinggir desa. Lokasinya berbukit-bukit. Banyak batu-batu besar di sudut-sudutnya. Rimbunnya pepohonan membuat adem suasana. Padahal daerah tersebut dikenal panas. Tak heran, banyak anak muda yang datang untuk merasakan sejuknya udara dan angin yang sepoi-sepoi.

1368279213989493603

Merayap menuju puncak (dok pribadi)

1368279240826037795

Hijau asri… tapi siapa yang menyangka ada

 

Sebagai pengunjung dari jauh, saya enjoy saja masuk pelatarannya. Karena di sana sini banyak peninggalan sejarah yang layak untuk diamati dan didokumentasikan. Tapi saya heran. Di parkiran banyak sepeda motor. Tapi kok disini sepi-sepi saja. Pada kemana manusianya? Kok sepi begini. Ah peduli amat. Saya dan rekan, mendekati batu-batu berukir yang nampaknya belum diselesaikan oleh para Silpin. Satu demi satu saya dekati dan didokumentasikan. Begitu mendekati sebuah batu paling besar dan mau memutar melihat pahatan dibaliknya. Saya tertegun. Karena karena bukan pahatan yang ada disana. Melainkan dua anak manusia sedang berasyik masyuk. Berpangkuan di balik batu yang  terlindung semak. Saya kaget. Mereka pun kaget. Tapi adegan sudah kadung kejepret…..

1368279282397258755

Nah ini dia salah satunya….. (dok rpibadi)

 

Begitu sampai di rumah saudara, di dekat Jomplangan Sepur, saya sampaikan tentang fenomena yang ada di daerahnya itu. Hmm… ternyata itu  sudah biasa. Jadi rahasia umum dan tak perlu heran banyak anak muda yang bermesum ria di sana.  Weleh ….weleh….

Tampaknya, ulah segelintir anak muda yang tidak tahu tata krama itu juga banyak terjadi di tempat lain. Baik di situs purbakala maupun objek-objek wisata. Kebanyakan situs sejarah yang dijadikan tempat bercumbu ria adalah situs-situs Goa Alam atau candi  terpencil yang jauh dari rumah penduduk. Sedang objek wisata yang sering jadi langgaran adalah objek wisata alam yang bernuansa hutan, alam  dan air terjun.

Melihat fenomena seperti ini,  stigma lebih dari 50%  anak muda (anak sekolah) sudah melakukan coitus interuptus sebelum nikah  ada benarnya. Walaupun perbuatan seperti itu tidak melulu dilakukan di objek wisata atau situs sejarah. Dimanapun juga bisa.

Sekolah sebagai garda terdepan pembinaan moral anak bangsa saya kira sudah melakukan tugasnya dengan maksimal. Sosialisasi bahaya seks pra nikah sering dilaksanakan. Bahkan ada yang tiap tahun mengagendakannya. Guru-guru Biologi juga gencar menyisipkan sex education dalam materi pembelajarannya. Bahkan guru-guru BP  juga sering terjun untuk memberikan materi dan wawasan tentang bahaya seks bagi remaja. Termasuk menayangkan film-film aborsi dan  sebagainya. Begitu pula guru PKn dan Agama tak henti-hentinya menanamkan budi pekerti dan norma-norma yang mestinya harus dipatuhi dan ditaati oleh orang yang beragama.

Begitu juga orangtua. Sebagai pengayom dan guru saat anak ada di rumah. Tak dapat disangkal lagi upayanya yang maksimal dalam penanaman budi pekerti luhur kepada anak. Kontrol orangtua juga sangat luar biasa agar anak-anak tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Bahkan ada orangtua yang cenderung protektif terhadap anak, sehingga kadang membuat anak tertekan padahal tujuannya untuk melindungi anak itu sendiri.

Tapi faktanya, kenakalan remaja, termasuk perilaku sex pra nikah, marak dimana-mana. Mengapa bisa terjadi? Salah satu penyebanya adalah pemanfaatan media yang begitu bebasnya. Media yang dimaksud adalah handphone (HP) dan internet (warnet) serta internet rumah.

Saat ini, handphone merupakan raja. Bisa dihitung jari anak muda yang tidak memegang HP. Artinya mayoritas berhape ria. Jarang dijumpai anak tanpa pegang HP. bahkan bisa jadi, dengan berHP, lupa makan dan lupa belajar. Jadi, inilah media yang paling besar pengaruhnya pada perilaku anak muda masa kini. Download upload demikian mudahnya. Termasuk download adegan-adegan mesum. Banyak sekolah yang sudah melakukan razia bahkan larangan membawa HP ke sekolah. Tapi bagaimana saat anak sedang di jalan (karena HP ditaruh jok sepeda atau dititipkan di tetangga sekolah/ konter atau warung). Di halte juga di rumah. Siapa yang bisa kontrol file-file yang ada di HP? Banyak orangtua yang kesulitan membuka file-file tersembunyi di HP anaknya.

Begitu juga warnet dan internet rumah. Perlu pengawasan ketat dari pemilik maupun software khusus pemblokir situs-situs dewasa sehingga anak muda tidak bebas mengaksesnya.

Agaknya, ke depan ada tugas besar bagi kita semua untuk mengatasi permasalahan ini. Tidak hanya guru, orangtua, maupun siswa itu sendiri. Masyarakat, aparat, pejabat (terutama) harus mampu memberikan teladan bagi anak-anak bangsa. Sungguh miris melihat adegan oknum DPR yang terhormat melihat situs porno saat rapat DPR. Ngono yo ngono ning ojo ngono. Belum kasus-kasus pejabat lain yang ada hubunganya dengan alat kelamin. Payah! Termasuk polisi dan satpol PP. Harus sering bergerak merazia tempat wisata dan situs-situs sejarah. Tidak sporadis tapi harus komitmen dan konsisten.

Jadi, pendidikan tidak hanya untuk lulus UN saja. Lebih penting dan paling utama  adalah mendidik dan menanamkan moral dan budi pekerti luhur pada anak muda. Dan itu dimulai dari kita, para orangtua. Terutama mereka-mereka yang konon disebut sebagai “pemimpin”  bangsa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: