Menengok Rumah Bergaya Kolonial

13672509551190548263

Villa Nirwana (dok pribadi)

Beberapa waktu lalu pernah ditulis artikel “Kawat Dunia”  kiriman dari Belanda. Uniknya, artikel tersebut membahas nuansa Indonesia yang ada di sana. Nah, kali ini tak ada salahnya kalau disajikan liputan nuansa Belanda yang ada di Indonesia. Khususnya tentang  rumah peristirahatan tinggalan kolonial yang banyak  ditemukan di kawasan Tretes, Prigen  Jawa Timur.

1367250997654622253

Cerobong tungku perapian (dok pribadi)

Keberadaan rumah kuno bergaya kolonial ini dapat dijumpai di kawasan Taman Wisata Pecalukan. Tapi orang juga sering menyebutnya kawasan Tretes. Dulu, kawasan ini disebut Villa Park. Sekarang jadi Taman Wisata. Secara topografis, kawasan  letaknya berbukit-bukit. Tingginya lebih dari 700 mdpl. Hawanya sejuk. Airnya dingin dan segar. Terletak di lereng utara Gunung Arjuno-Welirang yang menghamparkan pemandangan  mempesona. Suhu berkisar antara 22 derajat  –  27 derajat celcius. Curah hujan 800 mm/tahun. Cukup tinggi!

13672510171462105122

Bekas rumah Van Zalingen (dok pribadi)

13672510351833043225

1367251179655858480

Tak heran, dengan kondisi yang ideal tersebut,  di jaman penjajahan banyak rumah-rumah peristirahatan didirikan.  Secara kasat mata, ciri khas rumah tinggalan kolonial ini berpondasi batu kali. Kemudian diberi dinding dari batu setinggi kurang lebih setengah sampai satu meter.  Baru kemudian disambung dengan dinding berbahan Kayu (Jati?),  Dipasang mendatar saling lapis-melapisi antara satu lembar kayu dengan dengan lainnya. Rapat dan kedap udara. Warna catnya juga seragam. Dominan hitam dan merah. Jika sekarang dijumpai warna lain, itu karena selera yang punya saja. Biar tidak serem, mungkin.

Dipilihnya warna hitam bukan tanpa alasan. Warna hitam menyerap panas. Saat pagi sampai siang, terik matahari akan menghangatkan seisi rumah. Rumah jadi hangat. Bila malam tiba, sistem penghangat diganti oleh tungku perapian yang terdapat di bagian tengah rumah.

1367251075369397438

Sudut kemiringan atap cukup tajam agar air hujan cepat turun ke tanah (dok pribadi)

1367251098879643284

Cerobong perapian tetap jadi ciri utama (dok pribadi)

13672511261328073121

Ciri lain yang menonjol adalah bentuk atapnya yang memiliki kemiringan sangat tajam. Bisa jadi, curah hujan yang tinggi jadi alasannya. Dengan sudut kemiringan yang tajam, air hujan gampang jatuh ke tanah. Tidak berlama-lama ada di atap rumah, Jadinya atap genteng awet dan tidak gampang bocor.  Selain menggunakan genteng,  ada rumah gaya kolonialnya lainnya yang atapnya di- cor. Luar biasa kerasnya Entah berapa komposisi campuran semen dan pasirnya.  Untuk melindungi bagin atap dan menimbulkan kehangatan, diatap yang dicor tadi dilapisi dengan aspal. Ini ciri khasnya.  Sayangnya, rumah-rumah model seperti ini sudah jarang ditemui.

Orang Eropa sangat menyukai pemandangan. Untuk itu mereka membangun rumah  berlantai dua dengan teras terbuka di luarnya. Cocok untuk bcca-baca dan minum kopi di sore hari. Nah, untuk melengkapi fasilitas,  mereka juga menyediakan kolam kecil di halaman rumah.

Saat ini, rumah-rumah tinggalan Belanda ini dimiliki oleh perseorangan. Ada juga milik perusahaan negara (PTPN dan Bank Negara). Sayangnya, kami tidak berkesempatan untuk menengok bagian dalam rumah-rumah jadul tersebut. Tidak untuk membayangkan nikmatnya ringgal di rumah “mewah”, tapi untuk mengingat bahwa dulu mungkin  ada diantara  mbah-mbah kita yang ikut bekerja keras membangunnya. Entah dengan sukarela, digaji atau todongan bedil. Biiarlah itu menjadi bagian dari sejarah.

13672511491123781893

Teras terbuka di atap rumah, cocok untuk bercengkerama (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: