Bird Eyes View: Cara Pandang Baru Jejak Kota Kuno Majapahit, di Trowulan

1364950570126153765

Gardu Pandang/ Cungkup Pernaungan di Situs Segaran (dok teguh hariawan)

 

Masih ingat geger di Trowulan beberapa waktu lalu?  Yang jelas bukan tragedi Bubat, yang berakhir dengan tewasnya Raja Sunda dan Putrinya Dyah Pitaloka. Sehingga di Jawa Barat, sampai detik ini tidak ada jalan bernama Gajah  Mada?! Bukan pula perang antara Keraton Timur dan Keraton Barat Majapahit: perang saudara yang memperebutkan tahta. Namun, gonjang-ganjing itu adalah, dibangunnya pondasi PIM (Pusat Informasi Majapahit) atau Majapahit Park, tepat di atas situs kuno kota Majapahit. Untuk sekedar bernostalgia, ada baiknya saya sertakan link  Ketika Sejarah Dinistakan yang merupakan aksi ngawur oknum arkeolog di Trowulan kala itu.

1364950624254466654

Pondasi Baru di Atas Situs Segaran yang Justru merusak Situs itu sendiri (dok teguh hariawan)


Sesaat setelah gonjang-ganjing itu selesai, atas desakan arkeolog senior, pemerintah mengambil langkah-langkah konkret. Menata ulang konsep PIM dengan desain arsitektur Cungkup Pernaungan yang baru, sehingga kerusakan Situs Segaran II tidak makin parah. Tentu saja, kalau dulu tidak sesegera mungkin dihentikan, kerusakan situs tak akan dapat diampunkan. Ini tentu sangat menyesakkan.  Karena, dari kajian arkeologis, situs di Trowulan memiliki nilai historis tinggi dan sangat istimewa dibanding situs lain di Indonesia.

Mengutip perkataan Prof Dr Mundardjito, arkeologi senior UI, “Situs Trowulan adalah satu-satunya peninggalan purbakala berbentuk kota dari era kerajaan-kerajaan kuno di masa klasik Nusantara, dari abad V sampai XV Masehi.  Dari kerajaan lain yang tersisa hanya candi-candi atau prasasti,” Kalau ekskavasi terhadap situs ini terus dilakukan tak mustahil dikemudian hari akan terungkap tata kota dan kehidupan keseharian Majapahit secara lengkap.(Kompas .Com)

1364950724350616863

Pandangan Mata Kucing (dok teguh hariawan)

 

1364950807554523134

1364950852419166196

Bird Eyes View di kota kuno Majapahit, Situs Segaran (dok teguh hariawan)

 

Nah, saat ini, situs Majapahit, tepatnya Situs Segaran II sudah mendapatkan perlakuan yang layak. Fisiknya sudah dapat dinikmati oleh pengunjung. Walaupun kegiatan ekskavasi belum dilanjutkan, tapi dari bukaan yang telah dilakukan, mulai nampak model-model pemukiman dan jalan-jalan di kota Majapahit. Ada tiga bukaan yang sudah dilengkapi dengan Cungkup Pernaungan. Menurut pak Yanto, ketiga bukaan ini disebut sebagai Situs Segaran II, Segaran III dan Segaran IV.

Bird Eyes View

Melihat sisa-sisa kota tua Majapahit ternyata asyik juga. Ada seninya. Jika kaki tetap menginjak tanah, pandangan ditebarkan ke sekeliling, nuansanya yang tertangkap biasa saja. Ini disebut pandangan mata kucing? Tapi, melihat jejak kota kuno dengan “naik” sekian meter dari permukaan tenah akan menghasilkan landscape dan perspektif yang sangat imaginatif. Entah benar atau tidak (karena saya hanya pecinta sejarah, bukan arkeolog he he he), cara pandang ini saya sebut Bird Eyes View. Ini seninya.

Melihat dengan cara Bird Eye View di Situs Segaran II, III dan IV, yang termasuk dalam kompleks Museum Majapahit,  akan merangsang simpul-simpul syaraf di otak untuk mengimajinasikan bentuk tata kota kuno Majapahit. Mungkin saya terlalu berlebihan. . Tapi, melihat  ”sesuatu” dari ketinggian memang sangat luar biasa. Lekuk-lekuk, lubang-lubang, struktur, penataan jalur-jalur akan semakin nampak jelas di mata. Silahkan bandingkan beberapa foto berikut.

1364951016736994169

Pandangan Mata Kucing (dok teguh hariawan)

 

136495107028755062

Bird Eyes View Pemukiman? (dok teguh hariawan)

 

Konsep Bird Eyes View ini ternyata juga pernah dianut oleh pembangun dan pemahat Candi Jawi, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Di dinding Utara Candi Jawi (Panil Panjang Horizontal Ke 3) terpahat gambaran Candi Jawi dengan lingkungan sekitarnya. Pemahat mungkin ingin mengatakan. “Ini lho kompleks Candi Jawi kalau saya lihat dari angkasa”. Karena jaman dulu tidak ada kamera dan helikopter, maka dalam hati si pemahat mengatakan: daripada repot-repot, saya pahatkan saja Candi Jawi di dindingnya sehingga suatu saat orang yang datang akan mampu berimajinasi tentang Candi Jawi sasaat setelah dibangun. Apakah  maksud pemahatnya seperti itu?. Saya tak perlu menjawabnya.

1364951128675361695

Bird Eyes View di Candi Jawi (dok teguh hariawan)

 

Satu lagi yang menarik perhatian, Desain arsitektur, Cungkup Pernaungan bukaan Situs Segaran dengan atap dari membram berwarna putih ini desainnya khas. Kareana sangat menarik perhatian, perlu saya  siapkan artikel tersendiri untuk membahasnya. Artikel itu akan mempertemukan dan memadukan karya anak bangsa beda jaman. Pertemuan Arsitektur Abad 13 dan Abad 21 di Situs Majapahit!

13649511931362620559

Tempat melakukan aktifitas Bird Eyes View (dok teguh hariawan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: