Kompas dot Com dan Kompasiana Tak Peringati Hari Pusaka Dunia?

13667104901804570888

Candi Bajang Ratu. Tempat digelarnya Hari Pusaka Dunia di Trowulan (dok pribadi)

Beberapa hari ini saya dilanda galau. Galau berat. Pertama, tanggal 17-18 April kemarin ketinggalan event penting di Trowulan yang berjarak 60 Km dari rumah. Disana sedang diperingatiWorld Heritage Dayatau Hari Pusaka Dunia. Maunya sih jadi penonton saja, karena saya bukan siapa-siapa (Jelas bukan pula  undangan  he he he). Tapi tanggal itu bertepatan dengan 2 hari terakhir Ujian Nasional di SMA. Yach… saya harus mendahulukan tugas utama saya. Tugas sampingan, tepatnya hobi blusukan, ya harus dikesampingkan.Wongnamanya juga sampingan. Walau sedikit kecewa!

Kegalauan dan kecewa makin menjadi-jadi tatkalasearchingmelalui media online Kompas dot Com. Dengan kata kunciWorld Heritage Day, World Heritage Day 2013, Hari Pusaka Dunia, juga Peringatan di Trowulan. Yang muncul :  Anak-anak Diajak Menjaga Borobudur, merupakan berita WHD tanggal 12 April 2013 di Borobudur! Bahkan  ketika kata kunci kepleset:  Pusaka Dunia. Muncul pusaka-pusaka macam keris, tombak dari berbagai daerah. Untung bukan pusaka Eyang Subur. He he he.

Setali tiga uang, Kompasiana juga hampir “kelupaan”.Searchingdengan kata kunci yang sama.  Hanya  muncul satu link:Pusaka Yang Terlupakan, buah pena Dhihram Sleepers. Lumayan, masih ada yang ingat dan menulis di  Fiksiana. Ternyata, hasil serching di Kompasiana, mayoritas yang muncul adalah tayangan WHD tahun 2012 dan sebelumnya.

Ada apa gerangan? Kok, Kompas dot Com dan Kompasiana melewatkan WHD atau Hari Pusaka Dunia?  Apa saya salah menuliskeyword? Salah lihat atau…. bla..bla bla. Beda dengan peringatan Valentine’s Day, Hari Bumi atau Hari Buku yang berita dan artikelnya mudah diperoleh. Dalam kaidah jurnalistik, WHD atau Hari Pusaka Dunia jelas memilikinews valuetinggi! Mungkin.

World Heritage Day

Akhirnya saya pungooglinguntuk mencari lebih rinci tentang WHD yang ternyata ada di http://www.icomos.org.World Heritage Day(WHD) ternyata diperingati tiap tanggal 18 April. Bertujuan untuk memperingati keragaman warisan budaya di seluruh dunia. WHD digagas oleh ICOMOS, sebuah LSM yang bergelut dibidang konservasi  dan perlindungan warisan budaya yang berbentuk tempat atau bangunan. ICOMOS  basisnya di Paris, Perancis.

World Heritage Daysering disebut jugaThe International Day On Monuments and Sites. Akhirnya,  Konferensi UNESCO bersepakat melalui resolusi ke-22 pada bulan Nopember 1983, merekomendasikan bahwa negara-negara anggota UNESCO untuk mengkaji kemungkinan memperingati 18 April setiap tahunnya sebagai “Hari Situs dan Monumen Internasional” atau “Hari Pusaka Dunia”. Informasi lengkap tentang kiprah dan sejarah WHD dan ICOMOS  bisa dilihat di situs berikutdawetnesia.blogspot.com

Nah, di tahun  2013 ini tema WHD atau Hari Pusaka Dunia adalah Heritage of Education(Warisan Pendidikan). Puncak peringatan WHD dilaksanakan di Trowulan, Mojokerto selama dua hari, tanggal 17 -18 April 2013. Dari media online diberitakan, menurut Ketua Panitia Peringatan Hari Pusaka Dunia, Adrian Perkasa, peringatan WHD  juga dirayakan di 11 kota di Indonesia. Antara lain  Jakarta, Bandung, Padang, Jogyakarta bahkan di Pulau Rote. Puncaknya di trwowulan Mojoketo. Digelar di Sekitar Museum Majapahit Trowulan dan di pelataran  Candi Bajang Ratu. Adrian yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja Majapahit, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) menambahkan, adapun moto ‘WHD tahun 2013 di Indonesia adalah “Pusaka Untuk Kesejahteraan Rakyat”.

1366710594430370492

Belajar untuk menghargai hasil karya masalalu (dok pribadi)

Konon, salah satu hasil dari peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 ini adalh pemerintah akan membangun megaproyek  Kampung Majapahit di Trowulan. Sebagai dana awal disiapkan 1,5 M untuk  pembuatan rancangan  arsitektur Kampung Majapahit. Diharapkan ke depan, Kampung Majapahit dapat go international. Demikian diucapkan Kacung Maridjan, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud. Wow….Sebuah kabar yang menggembirakan.

Bagi saya dan murid saya yang tergabung dalam KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), situs dan monumen yang melimpah ruah di Indonesia khususnya Jawa Timur jelas sangat berharga. Apalagi, situs Trowulan yang sangat masif dengan berbagai tinggalan kuno berupa candi, bangunan kekunaan, patirtaan, arca,  artefak  ataupun sekedar fragmen  gerabah yang selalu saja ditemukan saat orang menggali tanah. Apalagi, tema WHD tahun 2013,Heritage of Education, mencerminkan pentingnya dunia pendidikan dalam rangka tranfer pengetahuan dan penyelamatan situs. Karena pada hakekatnya, pada pundak generasi muda yang paham akan sejarahlah eksistensi dan budaya bangsa diwariskan dan dilestarikan..

13667106162057197499

Kunjungan Museum, memperingati Hari Pusaka Dunia 2013 ala pelajar SMA (dok pribadi

Nah, kali ini mungkin Kompas dot Com dam Kompasiana lupa meliputnya. Tapi tidak mengapa. Mungkin artikel ini sebagai wakilnya. Untuk itu, saya masukkan saja dalam rubrik Mainstream Media. Selamat memperingati Hari Pusaka Dunia 2013. Jangan sampai “Pusaka” yang bertebaran di bumi Nusantara benar-benar terlupakan. Seperti kata teman kompasianer: Dhihram Sleeper.  Salam

1366710639634522791

Film Dokumenter, sebagai bentuk penyelamatan dan pewarisan sejarah oleh lembaga sekolah (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: