Menikmati Pesona Anak Gunung Kelud dan Sensasi Sauna Air Belerang

13664778051139180478

Sungai Air Panas Gunung Kelud (dok pribadi)

 

 

Kawasan Wisata Gunung Kelud memang luar biasa. menyajikan panorama alam pegunungan yang elok memanjakan mata. Tak heran, beberapa waktu lalu sempat menjadi destinasi wisata nomor satu di Jawa yang terbanyak dikunjungi wisatawan.

 

Sebagai objek wisata gunung, kawasan Kelud nyaris sempurna. Fenomena munculnya Anak Gunung Kelud, akibat erupsi tahun 2007 jadi primadona. Dilengkapi pula dengan aliran sungai panas bercampur belerang yang konon berkhasiat bagi kesehatan kulit. Pada hari besar tertentu, di Kelud juga digelar atraksi budaya dan pergelaran dangdut. Dan saat ini, dengan fasilitas penunjang yang makin lengkap, seperti parkir yang luas, Flying Fox yang menantang, akses jalan dan tangga pengaman yang kuat menjadikan Kelud layak dipertimbangkan sebagai tujuan wisata Anda.

 

Keberadaan Kelud sudah lama menarik perhatian pemerintah Kolonial Belanda. Sejak tahun 1900-an, orang-orang Eropa sudah menjelajah kawasan Gunung Kelud.  Mereka mendirikan semacam pos pantau di kawasan Gunung Kelud. karena tanahnya subur, di daerah agak ke bawah, pemerintah kolonial mulai membuka perkebunan-perkebunan. Sampai saat ini jejak peninggalan perkebunan kolonial masih tersisa.

 

1366477893218096337

Gunung Kelud tahun 1900 (dok Tropen Museum)

 

 

Sebelum meletus tahun 2007, Gunung Kelud merupakan “waduk raksasa”  berupa  danau kawah yang sangat luas. Tampungan airnya kira-kira 2 juta meter kubik. Warnanya hijau muda. Hangat dan bau belerang. Sering pengunjung mandi di pinggir danau untuk merasakan sensasinya. Di balik bukit, air dari danau tersebut  meluncur melalui terowongan menuju sungai-sungai  di bawah kawasan gunung Kelud.

 

13664780691002609701

Danau Kawah Gunung Kelud sebelum erupsi 2007 (dok pribadi)

 

 

13664780872009967254

Mandi di Danau Kawah Gunung Kelud (dok pribadi)

 

 

Saat ini, setelah terjadi letusan dahsyat. danau kawah telah lenyap. Sebagai gantinya muncul dari perut bumi anak gunung yang sebenarnya merupakan  aliran magma yang sangat panas. Hanya karena tenaga endogen yang dimiliki tidak terlalu kuat, maka tidak sampai menimbulkan semburan magma. Setiap saat, anak gunung terus tumbuh. Sesenti demi sesenti. Sekali waktu magma di permukaan yang sangat panas rontok, luruh. Warnanya merah tajam. Begitu jatuh dan mengenai sisa air danau terjadi kepulan asap yang memutih. Cessssss!!! Seperti pandai besi saat memasukkan besi panas ke air dingin.

 

13664780351623162568

Simpang Lima Gumul (dok pribadi)

 

 

Sekarang, akses  ke Gunung Kelud sangat mudah. Dari pusat kota, tepatnya dari ikon Kediri yang baru -Simpang Lima Gumul (SLG)  –  dapat ditempuh kurang lebih satu jam. melewati jalur Kediri – Wates – Ngancar – Kelud.  Dari Arah Blitar, bisa melewati Candi Penataran – Pasar Pathok – Wates – Ngancar – Kelud. Kalau dari arah Surabaya atau Malang, sesampai Pare ikuti jalan lurus menuju Wates – Ngancar – Kelud. namun jalan agak sempit. Bisa memilih,  dari Pare langsung ke Kediri (SLG) baru menuju ke Wates – Ngancar – Kelud. Jalannya lebar dan mulus!

 

Berkunjung Kelud memerlukan kondisi kendaraan yang sehat. Selepas gerbang pertama, dimana anda harus membayar tiket antara 8 ribu sampai 10 ribu, jalanan berkelak-kelok dan menanjak. Pastikan pada tanjakan-tanjakan yng curam, perseneling satu selalu dipasang. Selalu hati-hati  lantaran kanan kiri banyak jurang.Jika ragu-ragu sebaiknya oper naik kendaraan khusus yang tersedia. Biasanya hanya pada hari-hari tertentu saja.

 

1366478133648231921

Gerbang Kawasan Wisata Gunung Kelud (dok pribadi)

 

13664781611989664244

Kelak Kelok menuju Gunung Kelud (dok pribadi0

 

 

Sesampai di lokasi, tersedia parkir yang luas. Ada warung kaki lima sederhana. Kamar kecil dan Mushola juga tersedia. Untuk melihat Anak Gunung Kelud, harus melewati terowongan yang menerobos bukit. Agak gelap dan lembab. Tidak usah kuatir, ada  sedikit penerangan dari lampu-lampu kecil yang di pasang di dinding-dinding terowongan.

 

Keluar terowongan, tiba di kaldera Gunung Kelud. terhampar pemandangan menawan. Di sebelah kanan ada bukit batu menjulang tinggi. Batu-batunya membentuk patahan-patahan yang  tertata rapih. Mengingatkan pada bukit Citatah. Di sebelah kiri terhampar pemandangan Anak Gunung Kelud yang terus berdenyut. Magma dari perut bumi terus tumbuh meninggi walaupun cuma sesenti demi sesenti

 

1366478197536393554

Menuju Terowongan (dok pribadi)

 

13664783941565446061

Tantangan bagi pemanjat tebing (dok pribadi)

 

 

13664782211603500058

Anak Gunung Kelud yang terus tumbuh dan menyisakan sedikit air di pojok kiri bawah (dok pribadi)

 

 

1366478243283634734

Jalur trekking ke Puncak Kelud (dok pribadi)

 

 

Bila mau trekking, bisa mendaki punggung bukit dengan menaiki tangga yang jumlahnya kurang lebih lima ratus biji.  Sesampai di puncak tertinggi dijamin ngos-ngosan. Tapi akan terbayar dengan pemandangan yang  amboi …. Luar biasa! Asal tidak ada kabut he he he he…

 

Setelah berlama-lama di kawasan kaldera dan menikmati fenomena Anak Gunung, tak ada salahnya mandi air hangat. Segera kembali ke terowongan dan keluar. Kira-kira 10 meter dari mulut terowongon,  di sebelah kiri ada tangga turun. Jumlahnya kira-kira 600 biji. Ikuti saja dan sampailah di aliran sungai berair panas yang keluar dari dalam perut  Gunung Kelud.

 

Airnya berwarna coklat kekuningan. Tanda khas dari air yang bercampur belerang. Uap panas selalu menyertai aliran air yang membuncah  rauh. Di tempat ini, arealnya masih alami. Tidak ada kolam atau bilik. Mau mandi langsung saja nyebur di kolam sederhana di pinggir sungai. Untungnya ada aliran air dingin, sehingga air panas yang keluar dari perut bumi bisa dicampur untuk memperoleh derajat panas yang diinginkan. Asyik juga mandi air hangat di alam terbuka. Kalau ke Kelud jangan sampai dilewatkan ya.

 

13664782751492835352

Menuju Sungai Air Panas (dok pribadi)

 

13664783161914195396

Sauna.. berendam.. hmmm (dok pribadi)

 

 

Setelah sauna di kolam air panas, saatnya untuk kembali ke pelataran parkir. Jika tidak mencoba Flying Fox, berarti selesai kunjungan Anda di Kelud. Tapi masih ada fenomena lain yang bisa dinikmati sensasinya. Jalan Magnet! Setelah keluar dari pelataran, kira-kira 2 kilometer arah pulang, ada jalan lebar yang datar dan rata. Disitu anda bisa mencoba fenomena gaya magnetik.

 

Biarkan mesin mobil tetap hidup. Atur posisi perseneling pada angka Nol (netral). Rasakan… mobil akan bergerak maju. Tidak perlu menginjak pedal gas. Padahal normalnya, di jalan seperti itu mobil wajib berhenti karena jalan rata! Kalau belum puas, cukup mundurkan mobil dan ulangi sekali lagi. Mumpung gratis!

 

Satu lagi, sebelum meninggalkan kawasan Gunung kelud, jangan lupa mampir ke Museum dekat grbang masuk. Namun, sampai kunjungan saya yang terakhir beberapa waktu lalu, museumnya belum dibuka juga. Mungkin koleksinya belum lengkap barangkali. Ya.. sudah .. yang penting sudah menikmati wisata Kelud yang tak ada duanya. Jangan lupa, saat sampai di Kediri, kunjungi Simpang Lima Gumul atau mampir ke Jalan Dhoho dan jalan Patimura untuk beli oleh-oleh. Ada Tahu Takwa perbijinya 1800 rupiah. Tahu Pong Goreng per kotaknya 5000 rupiah. Ada pula Gethuk Pisang khas Kediri yang harganya antara 3000 – 4000 per biji. Tersedia pula krupuk pasir, Kopi Racik, Stik Tahu,  Keripik o2 (Bekicot) dan oleh-oleh lain yang khas Kediri.

1366478419245541089

2 responses to this post.

  1. Mas, numpang tanya.
    Akses ke gunung Kelud dengan Bis Mini bisa tidak sampai lokasi parkir setelah Gerbang tiket?

    Balas

    • Posted by teguhhariawan on 15 Januari 2014 at 12:29 pm

      Insya Allah bisa.. sampai sebelum jembatan itu yach…. tapi sebaiknya di gerbang pindah kendaraan kecil saja lebih save..salam

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: