Miris: Cari Harta Dengan Membongkar Situs!

13667570091038852158

Susah payah turun dari badan candi (dok pribadi0

 

Siang itu cuaca cerah. Sebagai orang gunung, saya dan putri saya Amanda serta beberapa siswa (Ilma, Aidha, Dwi, serta Sita dan Edi) yang sedang hunting di wilayah Tulungagung  merasakan siang itu terasa panas. Seetelah bertanya  ke beberapa penduduk, akhirnya sampai jua di situs Candi Sanggrahan. Masuk lokasi bertemu dengan juru pelihara dan segera mengisi buku tamu. Akhirnya kami diperkenankan untuk berkeliling dan memasuki areal candi.

Mula-mula kami naik tangga bekas gapura yang ada di Barat candi. Atap gapura sudah runtuh. Lebar gapura sekitar 1,40m dengan alas bata merah. Sesaat setelah memasuki pelataran, kami berempat naik ke tubuh candi. Sesampai di atas kami terhenyak. Candi yang kondisinya sudah  memprihatinkan ini ternyata menyisakan lubang menganga ditengahnya. Setelah turun dan bertanya pada juru pelihara diperoleh penjelasan kalau dulu candi ini pernah disatroni maling.

13667570561616731529

Lubang bekas galian pencuri harta (dok pribadi)

1366757136170136390

Hanya ada batu bata di tengah candi (dok pribadi)

 

Wah…Masih saja ada anggapan. Situs purbakala tempat menimbun harta.  Lantaran kebutuhan atau keserakahan, sekelompok orang nekad  merusak situs. Akibatnya, bangunan candi yang sudah tidak utuh, karena atapnya telah lenyap, rusaknya  makin parah.  Para pencuri mengira, di bagian tengah Candi Sanggrahan itu tersimpan harta karun melimpah. Tentu saja dugaan mereka salah. Tak ada apa-apa di sana selain bata merah dan batu andesit. Dasar maling, setelah menggali ya ditinggal begitu saja.

Bhre Paguhan

Dinamakan  Candi Sanggrahan  karena candi ini terletak di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Masyarakat setempat kadang menyebutnya Candi Prutung atau Candi Cungkup. Disebut Prutung kemungkinan karena atapnya yang sudah patah (hilang tak berbekas).

Candi Sanggrahan berbentuk bujursangkar dengan ukuran 9 m x 9 m. Terdiri dari kaki, tubuh dan atap candi.  Berdiri di atas pelataran setinggi 2,25 meter. Ukuran pelataran berkisar 50 m x 40 m. Diperkirakan pada masa lalu, terdapat tembok keliling di sekitar candi.  Secara sepintas, bagunan Candi Sanggrahan mengingatkan pada Candi Jawi yang juga dibangun di atas batur tinggi. Bedanya di sini tidak ada kolam di sekelilingnya.

Candi Sanggrahan diperkirakan dibangun pada masa Majapahit yang mungkin saja sesuai dengan nama kuti Sanggraha sebagaimana yang tertulis dalam Nagarakrtagama pupuh 76: 1d. Saat berkeliling di pelataran candi, kami melihat pada dinding kaki candi tingkat pertama terdapat panil relief yang dipahat berupa wujud binatang mitos. Kancil bertelinga lebar dan singa. Sedang pada dinding kaki candi tingkat II, panilnya masih kosong melompong.

Selain itu , di halaman sebelah Timur candi terdapat altar persajian berbentuk  silindris dengan diameter sekitar 87 cm. Tingginya juga 87cm. Altar terbuat dari monolith. Permukaan atas dan bawah berbentuk lingkaran. Pada tubuh altar terdapat hiasan bingkai berbentuk kumuda melingkari seluruh tubuh seperti ikat pinggang. (Aris Munandar,2011)

Dari bekas galian liar di tengah candi, kita akhirnya juga tahu bahwa bagian dalam candi Sanggrahan terbuat dari bata merah. Baru setelah itu seluruh tubuh candi “dibalut” dengan batu andesit untuk memperkokoh dan memberi bentuk candi. Termasuk menyediakan tempat untuk panil reliefnya.

1366757219739669378

Panil relief binatang mitos di dinding candi (dok pribadi)

13667572551213747457

Altar Persajian silindris (dok pribadi0

 

Candi Sanggrahan secara keagamaan bernafaskan Budha. Banyak dihubungkan sebagai tempat pendharmaan Bhre Paguhan, yaitu saudara ipar  Hayam Wuruk.  Bhre Paguhan, disebutkan dalam Nagarkrtagama berkuasa di daerah yang disebut Rawa. Konon, Rawa ini adalah daerah Tulungagung selatan yang dahulu memang dataran rendah penuh dengan rawa-rawa.

Secara umum, kondisi Candi Sanggrahan sangat memprihatinkan. Menurut juru pelihara, candi ini belum pernah dipugar. Bahkan, beberapa artefak harus disimpan karena kalau ditinggal disekitar situs rawan hilang. Buktinya, bagian tubuh candi sekarang sudah menganga karena ulah manusia serakah yang ingin mencari harta.

1366757467102213119

Takut ketinggian, Amanda menunggu di bawah saja (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: