Pertemuan Arsitektur Abad 13 dan Abad 21 di Situs Majapahit

 

1365008532928579132

Cungkup Pernaungan Situs Segaran III dan IV (dok pribadi)

 

Bukan kapasitas saya mengomentari apalagi menganalisis arsitektur Cungkup Pernaungan Situs Segaran, kompleks Museum Majapahit, Trowulan Mojokerto. Tapi anggap saja ini mewakili pandangan awam yang mencoba mengapresiasi dan menikmati karya anak bangsa. Ini kelanjutan artikel Bird Eyes View:  Cara Pandang Baru Jejak Kota Majapahit di Trowulan.

****

Jauh sebelum ribut-ribut perusakan Situs Segaran,  saya sempat mendapat ”bocoran” desain gedung PIM (Pusat Informasi Majapahit) atau Majapahit Park.  Saat itu, tahun 2007,  saya bersama anak KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) mampir ke museum dalam perjalanan ke Situs Tondowongso, Kediri. Ketika menghadap Kepala Museum, Pak Aris Soviani, saya sempat diberi selembar kertas yang tarnyata rancangan PIM. Begitu desain arsitektur itu diimplemtasikan,  ternyata pondasinya harus berdiri di atas situs. Otomatis penggalian pondasi akan merusak situs itu sendiri.  Setelah gonjang-ganjing, diputuskan desain harus diubah total! Hasilnya, berupa Cungkup Pernaungan beratap Membram Putih sejumlah tiga buah yang sekarang menaungi Situs Segaran II, III dan IV.

Pendekar Arsitektur Nusantara

Informasi dari  petugas Museum, Cungkup III dibangun dan selesai  terlebih dahulu. Baru Cungkup II dan IV.  Konon arsitek pembangun Cungkup III  dari Perancis. Informasi lain-lain nihil. Karena minim informasi,  akhirnya saya Googling. Ternyata, desain arsitektur Cungkup Situs Segaran ini adalah karya putra bangsa. Julukannya ”Pendekar Arsitektur Nusantara”, Yori Antar, putera arsitek senior Han Awal.

Desain cungkup yang dikehendaki oleh pemerintah, harus mampu  menaungi  situs peninggalan di bawahnya, dengan pijakan bangunan yang tidak banyak merusak situs itu sendiri.  Kedua,  desain arsitektur yang dihasilkan harus  bersinergi dengan lingkungannya. Karena tidak boleh merusak situs, maka oleh Yoris Antar Cs, ditawarkan desain menggunakan sistem yang sesedikit mungkin menapak pada tanah namun dapat memberi penaungan pada benda-benda arkeologi di bawahnya.  Ini untuk mengurangi kerusakan selama proses pengerjaan.

Pilihan jatuh pada modul rangka sebagai struktur utama bangunan yang akan didirikan.  Rangka-rangka besi tersebut diproduksi di luar lahan kemudian baru dirangkai di lokasi (sistem knock down). Ini sangat efektif mengurangi penggunaan alat berat.  Modul terkecil yang terdiri dari 8 batang pipa berdiameter 10 cm mempunyai kisaran berat 200 kg untuk bisa diangkat oleh 4 – 6 orang. Rangka-rangka ini dihubungkan oleh sebuah bola (ball joint) berwarna oranye. Rangka-rangka itu selain menopang struktur membran/ tenda pada bagian atap, berfungsi pula untuk menyangga lantai yang terbuat dari susunan kayu. Dari bagian inilah pengunjung bisa menyaksikan sisa-sisa peninggalan Majapahit secara Bird Eyes View. Gagasan cerdas dan bernas dari seorang Gregorius Antar Awal (Yori Antar), jebolan Teknik Arsitektur UI.

13650086171364821228

13650086621937985128

Struktur Rangka Kaki Cungkup yang disatukan oleh ball joint (dok pribadi)

 

13650087311045829772

Tempat melakukan aktifitas Bird Eyes View (dok teguh hariawan)

Cungkup dibangun dengan 4 kaki (titik tumpu) pada pada masing-masing pojok bangunan. Jarak antara masing-masing kaki sekitar 15-20 meter. Untuk ke atas, disiapkan tangga naik dengan bordes. Bahannya gabungan besi sebagai rangka dan kayu sebagai pegangan. Saat tiba di atas ada ”lorong”   berlantai kayu dengan pagar dikanan kirinya. Rencana awal, ada bagian pagar yang diberi kaca, tapi akhirnya dibatalkan.

Bila kaki  mulai menjejak dam menjelajah di area sepanjang ”lorong” panjang berdenah segi empat, maka akan terasa  ada sedikit ”goyangan/ayunan”. Ini merupakan dampak digunakannya bahan-bahan yang kaku tapi dirangkai menjadi elastis satu sama lain dengan bantuan ball joint, sehingga tekanan-tekanan kaki-kaki pengunjung di atas akan diteruskan ke masing-masing kerangka.Dari ketinggian sekitar 6 meter ini, pengunjung dapat melakukan aktifitas menonton dengan Bird Eyes View, dengan melongok ke bawah melihat dan menikmati jejak kota kuno Majapahit..

13650087841351004310

136500885888369623

Lantai Kayu dibangun di atas struktur rangka dilengkapi Pagar di Kanan Kiri (dok pribadi)

13650088931188520685

Pertemuan Rangka di Puncak Cungkup (dok pribadi)

Ketiga cungkup yang menaungi Situs Segaran, satu sama lain terhubung dengan ”lantai penghubung”. Pengunjung tak perlu turun naik tangga untuk menikmati 3 bukaan yang terhampar di bawah. Di titik inilah terjadi Pertemuan Antara Arsitektur abad 13 dengan Arsitektur Abad 21 yang menaunginya. Inilah  “langgam pernaungan” arsitektur ala Yori Antar.

Tak ada gading yang tak retak. Dari segi desain, Cungkup Pernaungan tergolong luar biasa. Sayangnya, penggunaan material  kayu  kualitasnya tidak KW1. Buktinya terdapat bagian pegangan tangga yang patah.  Ada pijakan tangga yang kayunya bolong. Begitu juga dari aspek keselamatan, perlu diinformasikan “daya tampung maksimum” cungkup ini untuk berapa orang. Sehingga  saat pengunjung membludak, yang naik ke atas tidak overload, sehingga hal-hal yang buruk bisa dihindari.

1365008926547116525

1365008953666496840

Beberapa Kerusakan akibat kualitas kayu yang kurang baik selain dari faktor kelembaban dan curah hujan

Tak kalah pentingnya adalah melanjutkan proses ekskavasi untuk lebih menguak keberadaan kota kuno Majapahit.  Informasi berupa papan/ banner tentang keberadaan situs juga sangat diharapkan sehingga data lapangan untuk pengunjung makin komplit. Selamat Datang di Museum Majapahit, Trowulan, Mojokerto.

 

13650089782040928937

Banner Selamat Datang di Museum Majapahit, Trowulan Mojokerto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: