Talk Less Do More: Aksi Pelajar Dalam Penyelamatan Hutan

1366971097741131526

 

Salah satu dampak reformasi adalah munculnya ulah serakah manusia. Atmosfer kebebasan jadi kebablasan. Seakan hukum ditanggalkan, kepedulian diduakan. Salah satu bentuknya: hutan-hutan di kawasan Perhutani KPH Pasuruan, Hutan Lindung Arjuno Lalijiwo Tretes dijarah raya.  Kayu-kayu hutan nan rindang bertumbangan jadi bancakan. Ketika mereka ditanya:  Kayu siapa yang anda potong? Jawabnya: kayu warisan nenek moyang! Sompreettt!

Dalam lima tahun terakhir baru terasa dampaknya. Debit air susut. Mengecil! Berbondong-bondong masyarakat menelusuri sungai dan tebing mencari sumber air baru. Pipa-pipa panjang mengular mengalirkan air ke rumah-rumah. Tetap saja  kebutuhan air tidak mencukupi karena di hulu pohon penangkap air sudah tiada. Termasuk petani susah mengairi sawahnya.

Grojokan Sewu

Terpanggil karena hutan sudah gundul. Resapan air sudah berkurang. Sekelompok anak muda menggabungkan diri membentuk komunitas. Grojokan Sewu namanya. Kiprahnya hebat. Selain sebagai pengatur distribusi dan sirkulasi air untuk warga Kelurahan Pecalukan Kecamatan Prigen, mereka juga komitmen untuk selalu melestarikan hutan. Caranya, setiap tahun rutin menggelar Penghijauan di kawasan Hutan Tretes. Selain menyemaikan dan merawat bibit  sendiri, mereka juga bekerja sama dengan instansi terkait,  dalam pengadaan bibit.

13666858491207449493

Seluruh elemen tergugah untuk andil dalam penghijauan (dok pribadi)

13666858881884374283

Dimanapun, kapanpun, anak muda menyempatkan bergaya (dok pribadi)

 

Di awal tahun 2013 lalu, untuk ke-empat kalinya, digelar Penghijauan bertema:  Lestari Alamku, Lestari hutanku. Subur Tanahku, Makmur Bangsaku. Dengan koordinasi yang intens dengan berbagai pihak, Grojokan Sewu menggelar  penghijauan dengan melibatkan hampir 700 orang dari segenap unsur. Selain anggota Gojokan Sewu sendiri, ada peserta dari  anak sekolah yang tergabung dalam KIR dan Pecinta Alam serta Pramuka. SAR MAHAMERU Malang juga menurunkan timnya.

Nampaknya, penghijauan 2013 ini betul-betul mampu menggugah kesadaran diri setiap warga Tretes – Prigen – Pecalukan. Buktinya, seluruh elemen mulai kelurahan, kecamatan, LINMAS, Koramil, POLSEK, Perhutani, BKSDA, TAHURA, HIPPA (Petani Pemakai air), Karang Taruna, bahkan ibu-ibu rumah tangga tumplek blek ikut serta di dalamnya. Sungguh sebuah aksi nyata yang patut diapresiasi. Begitu juga instansi yang tidak bisa menurunkan timnya. Bergotong royong menyiapkan logistik dan bibit.

1366685932598208577

Oh.. hutanku semoga engkau segera hijau kembali (dok pribadi)

13666862931057483252

Teladan dan partisipasi nyata kaum tua (dok pribadi)

1366686076605786011

Komunitas yang ikut beraksi (dok pribadi)

 

Kesadaran untuk selalu ikut menjaga kelestarian alam seperti ini wajib untuk terus dipupuk. Terutama bagi generasi muda. Ini lantaran di tangan merekalah nasib alam, hutan, flora fauna  dan air pada akhirnya. Mengedukasi pelajar dengan kegiatan penghijauan seperti ini nampaknya lebih berharga daripada sekedar berwacana. Talk Less, Do More. Inilah salah satu pendidikan karakter yang sebenarnya. Cinta Alam. Cinta Hutan. Cinta Air. Niscaya, illegal logging, vandalisme, penjarahan akan semakin sirna. Semoga! Karena hutan dan isinya bukan warisan nenek moyang, tapi warisan untuk anak cucu!

136697120017983916

Kebersamaan, sama rata sama rasa, di alam kita belajar bersama (dok pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: