Gurih dan Lezatnya Sate Ponorogo

1390163432571122754

Gurih, agak manis   dan lezat, itu kesan pertama saat saya menikmati Sate Ponorogo. Tentu saja saja walau sama-sama sate, berbeda dengan Sate Jamur 02, Sate Madura, Sate Laler atau Sate Sarangan. Masing-masing menawarkan kekhasan, rasa, pengolahan  dan sajian yang berbeda.  Persamaannya, semua sate itu sangat memanjakan lidah. Sungguh!

Selepas dari Goa Lowo dan Telaga Ngebel di Lereng Gunung Wilis, siang jelang sore itu saya segera kembali meluncur ke pusat Kota Ponorogo. Tujuannya jelas, menuju kawasan Segitiga Emas Ngepos. Di Pojok pertigaan jalan raya ini ada warung sate Ponorogo yang sudah kondang.  Sate Ngepos ini merupakan salah satu kiblat per-satean di Ponorogo selain  Gang Sate Nologaten dan Setono. Rasanya lidah ini sudah rindu dengan sate ini  karena dulu sudah pernah mampir sekali ke sini, saat pulang dari Pacitan.

Di Depot Sate Ponorogo Ngepos, ada 4 penjual sate. Sate Pak Gareng, Sate Pak Dar dan Sate Pak Yatno. Satunya lupa he he he. Mereka berempat menempati satu bangunan yang sama di pojok jalan. Pembeli biasanya sudah punya langganan sendiri. Saat pembeli berjubel, maka tempat itu akan jadi lautan asap yang menggugah selera. Saya memilih Sate Pak Yatno.

13901634621841794510

1390163489835954647

Fillet

Sate Ponorogo berbahan dasar ayam kampung. Kalau sate ayam lain, dagingnya dipotong persegi panjang atau dadu, potongan daging Sate Ponorogo sangat khas. Berupa sayatan tipis memanjang menyerupai fillet. Alhasil, dengan potongan daging yang demikian,tentu sangat rendah lemak (kolesterol). Tapi kalau Anda penyuka lemak, bolehlah pesan sate kulit ayam atau sate jeroan.

Rasa Sate Ponorogo cenderung agak manis. Ini lantaran beberapa penjual sate khas Ponorogo ini merendam sate-satenya dengan bumbu tertentu sebelum dibakar. Tak pelak, rasa daging Sate Ponorogo sangat unik di lidah. Tapi konon, ada beberapa penjual Sate Ponorogo yang menyajikan satenya dengan rasa daging sedikit pedas.

Agar Sate Ponorogo jadi gurih, sebelum dibakar, mula-mula sate dicelupkan pada campuran minyak ayam dan bumbu. Lalu dibakar di atas bara. Tangan penjual sate tak pernah berhenti mengkibas-kibaskan “ilir” nya. Bau asapnya yang beterbangan membikin perut makin keroncongan. Setelah agak matang, ganti kecap yang dilumurkan di atas sate yang sedang dipanggang. Dibolak-balik sebentar dan jrengggg.. Setelah matang betul sate pun siap dihidangkan. Mak nyuss!

13901635461307045856

1390163574603517019

13901636011585314747

Sate ini bisa disantap tanpa bumbu. Namun akan lebih sedap lagi jika dilumuri bumbu. Penjual tinggal ambil bumbu kacang dan diletakkan pada sebuah piring. Bumbu dicairkan sedikit lalu dilumuri  kecap. Tidak lupa ditambah irisan bawang merah. Baru sate-nya ditumpangkan di atas bumbu. Sate Ponorogo bisa dinikmati dengan irisan lontong atau nasi putih. Rasanya…hhmmm…legit dan lezat. Tak berlebihan kalau kuliner kota Reog ini bikin ketagihan. Apalagi harganya nggak berat di kantong. Hanya 15 ribu per 10 biji.

Delivery Order

Siang itu, saya memesan Sate Ponorogo untuk dibawa pulang. Selain untuk berbagi dengan yang di rumah juga untuk membuktikan apa benar sate ini memang tahan lama. Karena saking terkenalnya Sate Ponorogo, banyak warga Ponorogo di perantauan sering minta dikirimi paket Sate Ponorogo via travel. Beberapa penjual sate melayani Delivery Order. Akhirnya, satu besek sate lengkap dengan segumpal bumbu kacang pun berpindah tangan. Mudah-mudahan satenya sampai di rumah, tidak sampai habis di jalan. Karena perjalanan ke rumah masih 7 jam lagi. Ah.. kelezatan Sate Ponorogo memang tiada bandingan.

13901636271254318271

13901636441783321820

One response to this post.

  1. Posted by Mintoyo on 10 April 2014 at 2:50 pm

    Di ponorogo..beli sate kelinci di mana ya ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: