Menembus Kabut Gunung Lawu

Gunung Lawu, konon tempat persinggahan terakhir Raja Majapahit : Prabu Brawijaya. Vegetasinya khas hutan tropis. Udaranya segar. Sehat! Pemandangannya luar biasa. Untuk lebih menarik wisatawan, saat ini infrastruktur Kawasan Gunung Lawu terus dipersolek. Jalan baru, penghubung antara Sarangan magetan (Jawa Timur) dengan Tawangmangu (Jawa Tengah) sudah sangat bagus. Lebar dan mulus.

Melewati kawasan  Gunung Lawu di pagi hari menghadirkan sensasi tersendiri. Pohon-pohon basah berdiri kokoh di kanan kiri. Kabut berarak sepanjang lereng-lereng bukit. Kadang, kabut tanpa permisi, tiba-tiba menghadang di tengah jalan.

13683188741921198737

13683189671922940508

13683190321825520853

Seiring naiknya mentari. Kabut pun pergi.  Terhampar wajah asli Gunung Lawu yang Asri. Bisa mampir di puncak. Kawasan Cemoro Lawang dan Puncak Pass di Cemoro Kandang. 1830 meter dari permukaan laut. Hawanya dingin. Tentu saja. Tapi kopi panas, teh panas… plus jagung bakar siap di hidangkan. dan pemandangan, sekali lagi, benar-benar menghanyutkan.

13683191161556129556

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: